Pamekasan — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN) menghimpun donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Dana yang terkumpul mencapai Rp17.150.000 (tujuh belas juta seratus lima puluh ribu rupiah) dan telah disalurkan melalui Relawan DUBA Peduli yang berangkat pada Jumat, 26 Desember 2025 dari Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar. Program donasi ini terlaksana berkat sinergi antara PERADABAN dengan FKMSB serta berbagai badan otonom dan elemen alumni lainnya. Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian sosial alumni pesantren terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Wujud Kepedulian dan Persaudaraan Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial DPP PERADABAN sekaligus penanggung jawab program donasi, H. Rofiki, S.Kep., NS., M.AP, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas kepada sesama. “Dengan adanya Donasi Peduli Aceh dan Sumatera ini, kita ingin menunjukkan rasa kepedulian dan persaudaraan kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji Allah SWT. Apa yang mereka rasakan, kita pun ikut merasakannya. Semoga bantuan yang terkumpul, meskipun mungkin tidak seberapa, dapat meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya. Apresiasi untuk Para Donatur H. Rofiki juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana, mulai dari alumni Pondok Pesantren Banyuanyar, masyarakat umum, hingga semua relawan yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Kami juga berterima kasih kepada Relawan DUBA Peduli yang telah dipercaya menyalurkan amanah ini secara langsung ke lokasi bencana,” tambahnya. DPP PERADABAN menegaskan bahwa semangat gotong royong, empati, dan kepedulian sosial akan terus menjadi komitmen organisasi, khususnya dalam merespons berbagai peristiwa kemanusiaan di tanah air.
Mahasiswa IDB Pamekasan Raih Prestasi Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia, Ketum DPP PERADABAN: Ini Hadiah Launching
Pamekasan — Tujuh mahasiswa Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, Madura, berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Kolokium Antar Pelajar Studi Islam Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 18 Desember 2025. Mereka berhasil membawa pulang Anugerah Emas, Perak, dan Gangsa pada kegiatan ilmiah bergengsi tersebut. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN), Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga yang mendalam atas capaian mahasiswa IDB. “Alhamdulillah, ini hadiah launching IDB (Institut Darul Ulum Banyuanyar) Pamekasan Madura. Semoga terus berprestasi sebagai kampus bereputasi World Class University,” ujarnya. Tujuh Mahasiswa Raih Penghargaan Berikut daftar mahasiswa peraih penghargaan: 🥇 Anugerah Emas Abd. Salam Cahya Sasmita Jd. (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) Haniyatut Thoyyibah (Mahasiswa Ekonomi Syariah – Semester 3) Siti Fatmawati (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) 🥈 Anugerah Perak Lailatul Jannah (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab – Semester 3) 🥉 Anugerah Gangsa Nurun Nikmah (Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam – Semester 3) Qoyyimatus Sholihah (Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam – Semester 3) Syarifah Al Qodriyah (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen IDB Pamekasan dalam mencetak generasi akademisi Islam yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan. Acara kolokium tersebut diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa studi Islam dari berbagai negara, sehingga capaian mahasiswa IDB menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.
Alih Status STAI DUBA ke IDB, Prof Zainuddin Syarif: Awal Ikhtiar Besar Pesantren
Pamekasan — Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar (STAI DUBA) menyelenggarakan wisuda terakhirnya sebagai institusi berstatus sekolah tinggi pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan tersebut digelar di Halaman LPI. Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan, Madura, sekaligus menjadi penanda resmi alih status STAI DUBA menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB). Acara wisuda ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pesantren, di antaranya Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh sivitas akademika yang telah berhasil menyukseskan wisuda terakhir STAI DUBA sekaligus mengantarkan proses alih status kelembagaan menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar. “DPP PERADABAN merasa bangga dan berterima kasih kepada Rektor IDB Pamekasan, pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, para wakil rektor, serta seluruh sivitas akademika yang telah menyukseskan wisuda terakhir STAI DUBA dan mengantarkan alih status menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan,” ujarnya. Lebih lanjut, Guru Besar UIN Madura tersebut menegaskan bahwa alih status ini bukanlah akhir, melainkan awal dari ikhtiar besar menuju pengembangan institusi yang lebih maju. “Harapannya, bagaimana IDB (Institut Darul Ulum Banyuanyar) Pamekasan ini dalam 4 tahun kedepan segaimana yang disampaikan rektor bahwa setiap 4 tahun selalu terjadi perubahan dan perkembangan status, semoga 4 tahun berikutnya IDB Pamekasan menjadi Universitas Darul Ulum Banyuanyar (UDB).,” jelasnya. Prof. Zainuddin Syarif juga menyampaikan harapan agar cita-cita Alm. RKH. Mohammad Syamsul Arifin, dapat terwujud, termasuk rencana lahirnya fakultas kedokteran serta program studi dan disiplin ilmu lainnya. “Maka usaha (ikhtiar) yang dilakukan dengan mempersiapkan IDB (Institut Darul Ulum Banyuanyar) menjadi Good University Governance (GUG) yang memenuhi tatakelola kampus dari SDM yang handal sampai terpenuhi sarana prasarana yang memadai dan memenuhi standar mutu. Diharapkan pula cita-cita luhur RKH. Mohammad Syamsul Arifin, UDB (Universitas Darul Ulum Banyuanyar) lahir fakultas kedokteran dan Prodi disiplin ilmu lainnya, sehingga harapan bersama dari IDB, empat tahun kedepan menjadi UDB sebagai perwakilan World Class University (WCU) berbasis pondok pesantren,” tuturnya. Di akhir sambutannya, Prof. Zainuddin Syarif mengajak seluruh elemen alumni, baik di tingkat DPP, DPW, DPLN, maupun mitra alumni seperti SILDA, SIMADU, FKMSB, dan HAMBA untuk bersatu dan berkontribusi aktif dalam merealisasikan cita-cita luhur para pendiri Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar “Mari seluruh alumni dan mitra alumni bersatu mewujudkan cita-cita besar RKH. Abdul Hamid Baqir dan RKH. Mohammad Syamsul Arifin,” pungkasnya.