Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan kembali menggelar kegiatan rutin Jalsah Bulanan. Kegiatan ini meliputi Kajian Kitab Tarjuman karya RKH. Abdul Hamid bin Istbat Banyuanyar, Bahtsul Masail, serta rapat bulanan organisasi. Jalsah bulanan tersebut menjadi wadah konsolidasi keilmuan sekaligus penguatan kelembagaan bagi para alumni Lembaga Pendidikan Islam “Darul Ulum” Pondok Pesantren Banyuanyar khususnya. Melalui kajian kitab, alumni diajak untuk memperdalam pemahaman keislaman berbasis tradisi pesantren, sementara Bahtsul Masail menjadi forum diskusi dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan yang menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, rapat bulanan yang digelar dalam rangkaian kegiatan ini juga difokuskan pada evaluasi program kerja serta perencanaan kegiatan organisasi ke depan. Kegiatan yang berlangsung secara rutin ini tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaralumni serta menjaga semangat pengabdian dalam bingkai nilai-nilai pesantren. Dengan adanya Jalsah Bulanan ini, DPW PERADABAN Pegantenan diharapkan terus istiqamah dalam menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.
Perkuat Ukhuwah, PERADABAN dan Alumni Pesantren di Banyuwangi Gelar Rutinan Sholawatan dan Doa Bersama Secara Anjangsana
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Banyuwangi bersama Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Banyuwangi, alumni Pondok Pesantren Annur Kalibaru, serta para simpatisan secara konsisten menggelar kegiatan rutinan sholawatan dan doa bersama. Kegiatan yang dilaksanakan setiap setengah bulan sekali ini dikemas dengan konsep anjangsana, yakni berpindah dari satu tempat ke tempat lain di antara anggota dan alumni. Pola ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta. Rutinan sholawatan ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi para alumni pesantren untuk menjaga tradisi keagamaan, memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bersama demi kebaikan umat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, mulai dari alumni lintas pesantren hingga masyarakat umum, sehingga menghadirkan suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kekhidmatan. Dengan konsistensi pelaksanaan dan semangat kebersamaan yang terjaga, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana syiar nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Banyuwangi.