Pamekasan – Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar penutupan Pentas Nasional (PENA) Santri 2026 di Lapangan Garuda, Sabtu (1/8/26). Acara yang mengusung tema “Istiqomah Mengabdi, untuk Kemaslahatan Umat” ini berlangsung dari pagi hingga siang dan dihadiri ribuan santri, asatidz, serta alumni dari berbagai daerah. Acara dibagi menjadi dua bagian, yaitu pra-acara dan acara inti. Pada sesi pra-acara, panitia mengadakan pembacaan yasin dan tahlil bersama, dilanjutkan dengan ucapan terima kasih kepada pihak sponsorship yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian PENA Santri 2026. Memasuki acara inti, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN), Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan penghormatan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., serta menyapa kehadiran Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun (Gus Faiz) dari Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Dalam sambutannya, Zainuddin melaporkan bahwa PERADABAN saat ini memiliki 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia dan 2 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), salah satunya di Malaysia. Ia menambahkan bahwa DPW Jawa Barat akan segera dilantik dalam waktu dekat. Ia juga menyampaikan bahwa organisasi ini tetap menjaga tradisi keilmuan dengan melestarikan kajian kitab-kitab muktabarah, di antaranya kitab Tarjuman karya Raden K.H. Abdul Hamid bin Isbat yang dikaji oleh seluruh DPW. Di bidang pendidikan, ia menyinggung program beasiswa Anak Asuh bagi santri dan alumni kurang mampu, serta komitmen PERADABAN dalam mendampingi pengembangan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) yang kini memiliki lima program studi dan akan segera membuka Program Magister Studi Islam (S2). “Kehadiran para alumni merupakan wujud nyata dari pengabdian mereka kepada pondok pesantren dan umat,” kata Zainuddin. Pernyataan ini menegaskan bahwa keterlibatan alumni dalam berbagai kegiatan pesantren, termasuk PENA Santri, dinilai sebagai bentuk konkret kontribusi mereka, bukan sekadar formalitas kehadiran. Zainuddin turut menyampaikan cita-cita mendiang Raden K.H. Muhammad Samsul Arifin untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Ia menyatakan akan mengawal transformasi IDB menjadi Universitas Darul Ulum Banyuanyar (UDB) sebagai target utama selama masa kepemimpinannya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. Ia mengapresiasi kehadiran para alumni yang datang dari berbagai daerah, termasuk yang berasal dari tempat jauh, untuk memenuhi undangan panitia PERADABAN. “Keberlangsungan lembaga pesantren tidak lepas dari keistikamahan para alumni dalam membantu dan menyalurkan ilmu di pondok,” kata Hasbullah. Pernyataan tersebut menekankan bahwa eksistensi pesantren bergantung pada kesetiaan dan konsistensi para alumni dalam menjaga hubungan serta kontribusi mereka terhadap almamater. Ia mengajak seluruh alumni untuk terus menerapkan sikap taawun, yaitu saling membantu dalam kebaikan demi kemaslahatan umat. Hasbullah juga menceritakan pengalaman pribadinya belajar mengaji tafsir di hadapan ayahnya, Almaghfurlah, dan menyampaikan pesan kepada para santri agar tidak malas mendalami kitab serta mengisi maknanya, karena hal itu akan menjadi bekal saat mengabdi di masyarakat. Salah satu agenda dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait persiapan SK Program Studi Magister (S2) Studi Islam di IDB. Kerja sama ini melibatkan empat pihak, yaitu IDB, Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, PERADABAN, dan Intelektual Association for Islamic Studies (IAFORIS). Melalui kerja sama ini, santri, alumni, dan anggota PERADABAN yang tergabung dalam IAFORIS mendapat potongan biaya pendidikan hingga 50 persen untuk melanjutkan studi Magister Studi Islam di IDB. Acara juga diisi dengan peluncuran aplikasi AdabOne by Peradaban, platform manajemen data alumni yang dapat diakses melalui laman adab.com. Nama AdabOne merupakan gabungan dari kata “adab” dan “one”, yang juga menjadi akronim dari Alumni Darul Ulum Banyuanyar Bersatu. Aplikasi ini menyediakan fitur daftar hadir digital, reservasi kegiatan, direktori alumni, kartu tanda anggota digital, halaman donasi, dan marketplace bagi alumni yang ingin mempromosikan usahanya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan mauidzatul hasanah oleh Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, MA. (Gus Faiz). Dalam ceramahnya, ia menjelaskan kedudukan kiai sebagai warasatul anbiya atau pewaris para nabi, serta pentingnya sikap sami’na wa atho’na, yaitu mendengar dan taat, dalam berorganisasi dan mengabdi di pesantren. Gus Faiz juga menegaskan bahwa ilmu yang dipelajari di pesantren memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah, sebuah keistimewaan yang menurutnya tidak dimiliki institusi pendidikan sekuler. Ia menutup ceramahnya dengan menyampaikan bahwa persoalan umat akan lebih mudah terselesaikan apabila manusia senantiasa berpegang pada petunjuk Allah. Acara dututup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Abdul Hannan Tibyan, Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, PENA Santri 2026 resmi ditutup.
AdabOne Resmi Diluncurkan, Enam Tokoh PERADABAN Tandai Peluncuran Secara Simbolis
Pamekasan – Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) resmi meluncurkan aplikasi AdabOne by Peradaban dalam rangkaian penutupan Pentas Nasional (PENA) Santri 2026 di Lapangan Garuda, Pondok Pesantren Banyuanyar, Sabtu (1/8/26). Peluncuran aplikasi manajemen data alumni ini dilakukan secara simbolis di atas panggung dan disaksikan ribuan santri, asatidz, serta alumni yang hadir. Prosesi peluncuran dilakukan dengan cara meletakkan tangan pada gambar telapak tangan yang ditampilkan di layar videotron, setelah hitungan mundur dari panitia. Enam tokoh tampil bersama di atas panggung untuk meresmikan peluncuran aplikasi tersebut, yaitu RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. selaku Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Salahuddin Al-Ayyubi selaku Dewan Pengasuh, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. selaku Ketua Umum DPP PERADABAN, Drs. KH. Muhammad Kholil Asyary selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar, Dr. H. Ahmad Baidawi, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Ketua 2 DPP PERADABAN, dan Sri Ahmad, S.Pd. selaku Ketua Panitia. AdabOne merupakan platform digital manajemen data alumni yang dirancang sebagai karya santri untuk santri dan kemaslahatan umat. Nama AdabOne merupakan gabungan dari kata “adab” dalam bahasa Arab dan “one” dalam bahasa Inggris, yang bermakna bahwa akhlakul karimah harus dinomorsatukan. Selain itu, kata “Adab” juga menjadi akronim dari Alumni Darul Ulum Banyuanyar Bersatu. Aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan seluruh alumni dalam satu wadah agar dapat saling berkolaborasi dan mempererat ukhuwah. AdabOne juga menyediakan informasi terbaru dari pondok pesantren, pengumuman penting, serta agenda kegiatan PERADABAN. Dari sisi layanan, aplikasi ini dilengkapi sejumlah fitur, di antaranya daftar hadir digital, reservasi kegiatan, direktori alumni, kartu tanda anggota digital, halaman donasi untuk kemajuan pondok, hingga marketplace yang dapat dimanfaatkan alumni untuk mempromosikan produk atau jasa usaha mereka. AdabOne dapat diakses melalui browser dengan mengetikkan alamat adab.com. Pengguna diminta melakukan pendaftaran terlebih dahulu, yang selanjutnya akan diverifikasi oleh admin sebelum seluruh fitur dapat diakses secara penuh. Peluncuran AdabOne menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian penutupan PENA Santri 2026, selain penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait persiapan Program Magister Studi Islam di Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB).
Dukung Pembukaan Pascasarjana, Banyuanyar MoU dengan IDB, Peradaban, dan IAFORIS
PAMEKASAN – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura, Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban), dan Intellectual Association For Islamic Studies (IAFORIS) untuk mendukung pembukaan Program Studi Magister (S2) Studi Islam. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada penutupan kegiatan Pena Santri, Sabtu, 01 Agustus 2026. Kesepakatan ditandatangani oleh Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Drs. KH. Moh. Kholil Asy’ari, bersama Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin, M.A., Ketua Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., dan Direktur Intellectual Association For Islamic Studies (IAFORIS) Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I. Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar KH. Moh. Kholil Asy’ari mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri, alumni, guru, dan masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister. “LPI memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang tinggi. Kehadiran Program Magister Studi Islam di IDB Pamekasan menjadi peluang besar yang harus didukung bersama,” ujarnya. Menurut dia, sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, organisasi alumni, dan lembaga akademik merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam yang berkelanjutan. Sementara itu, Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin menjelaskan bahwa proses pembukaan Program Studi Magister Studi Islam telah memasuki tahap akhir. Seluruh tahapan asesmen oleh BAN-PT telah selesai dilaksanakan dan usulan program studi tersebut telah tercantum pada akun BAN-PT. “Saat ini kami tinggal menunggu terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA). Setelah KMA diterbitkan, Program Magister Studi Islam siap dibuka untuk menerima mahasiswa baru,” katanya. Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar akan berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan memberikan rekomendasi kepada calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi di Program Magister Studi Islam IDB Pamekasan Madura. Melalui kerja sama itu, calon mahasiswa yang memperoleh rekomendasi resmi dari LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban), maupun IAFORIS berkesempatan memperoleh potongan SPP hingga 50 persen sesuai ketentuan yang berlaku. LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar berharap kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan pascasarjana yang berkualitas serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan pemberdayaan umat.