Oleh: Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. (Ketua Umum DPP PERADABAN sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Politik Islam UIN Madura) Puasa bukan sekadar ritual tahunan yang berulang setiap Ramadan. Ia adalah madrasah pembentukan karakter, ruang kontemplasi, sekaligus momentum transformasi diri menjadi lebih baik dalam segala hal. Dalam tradisi Islam, puasa bukan hanya disyariatkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kepada umat-umat sebelumnya. Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 menegaskan: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi universal: membentuk manusia bertakwa melalui proses pengendalian diri. Selain itu, ayat di atas juga menjelaskan bahwa kewajiban puasa bukan hanya berlaku bagi Umat Nabi Muhammad, namun juga sudah pernah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, meskipun ada perbedaan praktik antara puasa orang-orang terdahulu dengan sekarang. Tentang ini, Abdullah Sirajuddin al-Husaini dalam kitabnya, As Shiyam Adabuhu, Mathalibuhu, Fawaiduhu, Fadha’iluhu, memberi ulasan menarik bahwa adanya variasi praktik puasa pada umat terdahulu karena menyesuaikan dengan kondisi dan kekuatan fisik mereka. Misal, pada masa kenabian Nuh, ummat nabi Nuh berpuasa sepanjang tahun. Ada pula kewajiban puasa dilakukan selama 50 hari. Artinya, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa esensi puasa bukan pada bentuk teknisnya, melainkan pada tujuan moral dan spiritualnya, yaitu: membangun kualitas diri yang lebih tinggi. Dalam konteks kekinian, puasa Ramadan semestinya tidak berhenti pada dimensi individual dan ritual. Ia harus dibaca sebagai momentum pembentukan kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Konsep ini dipopulerkan oleh Robert K. Greenleaf (1904–1990) melalui esainya The Servant as Leader (1970). Greenleaf menegaskan bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang haus kekuasaan, melainkan mereka yang terlebih dahulu menjadi pelayan. Kepemimpinan bukan soal memerintah, tetapi soal memberdayakan, membangun kepercayaan, serta menumbuhkan potensi orang lain. Nilai ini sesungguhnya sangat dekat dengan tradisi kepemimpinan Islam. Terdapat ungkapan masyhur, “Sayyidul qaum khadimuhum”, pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka. Teladan kepemimpinan Rasulullah SAW menunjukkan integritas, empati, dan kedekatan dengan umat. Demikian pula kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin. Sosok Umar bin Abdul Aziz kerap disebut sebagai figur yang mewujudkan kepemimpinan melayani; ia turun langsung memastikan kebutuhan rakyatnya terpenuhi, bahkan hidup dalam kesederhanaan demi menjaga amanah kekuasaan. Pertanyaannya, apa hubungan puasa dengan pembentukan pemimpin yang melayani? Pertama, puasa melatih pengendalian diri dan hawa nafsu. Seorang yang berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dusta, amarah, fitnah, dan segala bentuk perilaku destruktif. Dalam konteks kepemimpinan, pengendalian diri adalah fondasi integritas. Banyak krisis kepemimpinan berakar pada kegagalan mengendalikan nafsu: nafsu kekuasaan, nafsu materi, dan nafsu popularitas. Puasa mendidik pemimpin untuk menahan diri dari praktik korupsi, suap, gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang. Tanpa disiplin diri, kekuasaan mudah berubah menjadi alat penindasan. Kedua, puasa membangun empati dan kepedulian sosial. Rasa lapar dan dahaga yang dirasakan setiap hari selama Ramadan bukan sekadar ujian fisik, melainkan proses penyadaran sosial. Seorang pemimpin yang pernah merasakan lapar akan lebih peka terhadap penderitaan rakyatnya. Puasa menciptakan ruang kontemplasi yang memungkinkan pemimpin memahami realitas dari sudut pandang mereka yang lemah dan terpinggirkan. Kepemimpinan yang melayani lahir dari empati, bukan dari jarak sosial yang kaku. Ketiga, puasa meneguhkan integritas dan kejujuran. Puasa adalah ibadah yang sangat personal; tidak ada yang tahu seseorang benar-benar berpuasa atau tidak, kecuali dirinya dan Tuhan. Di situlah nilai kejujuran diuji. Integritas seorang pemimpin juga bekerja dalam ruang yang sering kali tidak terlihat publik. Ia diuji ketika berhadapan dengan keputusan-keputusan sunyi yang menentukan nasib banyak orang. Karena itu, kepemimpinan yang sehat memerlukan sistem pengawasan internal dan eksternal yang kuat, termasuk tata kelola yang transparan dan akuntabel. Keempat, puasa adalah latihan self-leadership. Sebelum memimpin orang lain, seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri. Disiplin bangun sahur, menjaga waktu, mengatur emosi, serta mengendalikan respons adalah bentuk latihan kepemimpinan diri. Dalam bahasa agama, manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya (khairunnas anfaahum linnas). Seorang pemimpin yang terlatih melalui madrasah puasa akan memahami bahwa jabatan adalah amanah pelayanan, bukan privilese untuk dilayani. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap banyak institusi, Ramadan seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif. Puasa mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa pengendalian diri akan melahirkan kesewenang-wenangan. Jabatan tanpa empati akan menciptakan kebijakan yang jauh dari rasa keadilan. Kepemimpinan tanpa integritas hanya akan menghasilkan sistem yang rapuh. Karena itu, puasa bukan sekadar ritual spiritual, melainkan proyek transformasi kepemimpinan. Ia membentuk manusia yang rendah hati, disiplin, jujur, dan peduli. Jika nilai-nilai puasa benar-benar diinternalisasi, maka Ramadan bukan hanya menghadirkan individu yang saleh secara personal, tetapi juga melahirkan pemimpin yang melayani secara sosial. Dan di situlah makna takwa menemukan relevansinya dalam kehidupan publik: ketika kekuasaan berubah menjadi pelayanan, dan kepemimpinan menjadi jalan pengabdian. _____________ Artikel ini pernah dimuat di Website UIN Madura dengan judul: Puasa dan Spirit Kepemimpinan Diri
DPW PERADABAN Batumarmar Serahkan Donasi Rp40 Juta untuk Pembangunan IDB Pamekasan
PAMEKASAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Batumarmar menyerahkan donasi sebesar Rp40.000.000 untuk pembangunan Gedung Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, Madura. Donasi tersebut diterima secara simbolis oleh Rektor IDB Pamekasan, RKH. Sholahuddin Al-Ayyubi, Lc., M.A, pada Kamis (15/1/2026). Penyerahan donasi dilakukan dalam rangkaian Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw sekaligus Milad ke-10 DPW PERADABAN Batumarmar, yang digelar di halaman Masjid As-Syuhada’ Mongking, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar; RKH. Sholahuddin Al-Ayyubi, Lc., MA., Dewan Pengasuh Banyuanyar sekaligus Pengasuh PP Ar-Ridho Lesong Daya; RKH. Muhammad Basyir Asnawi Pakes; serta Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. Turut hadir pula Ustadzah Hj. Raudhatul Jannah, Ketua Divisi Muslimah DPP PERADABAN, serta perwakilan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PERADABAN dan Divisi Muslimah dari wilayah Waru, Sokobanah, dan Pasean. Ketua DPW PERADABAN Batumarmar, Ach. Kuryadi, menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj yang bertepatan dengan milad organisasi menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian alumni. “Peringatan Isra’ Mi’raj ini mengingatkan kita pada perjuangan Rasulullah Saw untuk umatnya. Bertepatan dengan Milad ke-10 DPW PERADABAN Batumarmar, kami berharap semakin bertambah usia organisasi, semakin kuat pula semangat pengabdian untuk umat dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kontribusi nyata seperti donasi pembangunan kampus IDB, para alumni khususnya di wilayah Batumarmar diharapkan mampu mengimplementasikan visi dan misi organisasi, yakni menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama. “Semoga para alumni khususnya PERADABAN Batumarmar dapat terus mengamalkan nilai khairunnas anfa’uhum linnas,” pungkasnya.
Bidang Muslimah DPW PERADABAN Aktif Gelar Kajian Keislaman dan Aksi Sosial di Berbagai Daerah
Bidang Muslimah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) terus menunjukkan peran aktifnya melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang rutin dilaksanakan di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan keilmuan, spiritualitas, serta solidaritas antaranggota Bidang Muslimah PERADABAN. Beragam kajian kitab rutin digelar di tiap DPW dengan materi dan pemateri yang kompeten. Di DPW PERADABAN Sumenep, Bidang Muslimah mengkaji Kitab Tarjuman dan Tafsir Al-Mukhtashar. Sementara itu, DPW PERADABAN Waru melaksanakan kajian Kitab Safinatun Najah dan Tafsir Al-Mukhtashar. Di wilayah Pasean, kegiatan diisi dengan Khotmil Qur’an serta kajian Kitab Tarjuman dan Tafsir Al-Mukhtashar. Hal serupa juga berlangsung di DPW PERADABAN Palengaan dengan kajian Kitab Tarjuman dan Tafsir Al-Mukhtashar, yang dalam kesempatan tertentu juga dilengkapi dengan praktik wudhu sebagai penguatan pemahaman fikih ibadah. DPW PERADABAN Karang Penang menggelar kajian Kitab Tarjuman yang diperkaya dengan sesi diskusi interaktif. Adapun di DPW PERADABAN Batumarmar, kajian Kitab Tarjuman diisi oleh Ustadzah Sof, Kitab Ta’limul Muta’allim disampaikan oleh Ustadzah Hj. Raudatul Jannah selaku Ketua Bidang Muslimah DPP PERADABAN, kajian Tafsir Al-Mukhtashar oleh Nyai Hj. Taqiyyah M. Syamsul Arifin, Lc. (Dewan Pengasuh LPI Darul Ulum PP. Banyuanyar Putri), serta kajian hadis yang diisi oleh Nyai Hj. Iffatul Afifah (Dewan Pengasuh LPI Darul Ulum PP. Banyuanyar Putri). Sementara itu, Bidang Muslimah DPW PERADABAN Pegantenan secara rutin mengadakan kajian Tarjuman dan Tafsir Al-Mukhtashar. Di wilayah Pakong, Bidang Muslimah mengkaji Kitab Fathul Qorib yang disampaikan oleh Ustadzah Rohemah serta Kitab Tarjuman oleh Ustadzah Hj. Raudatul Jannah. Selain fokus pada penguatan keilmuan, Divisi Muslimah DPW PERADABAN juga berperan aktif dalam kegiatan sosial, khususnya penggalangan dana untuk pembangunan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Putra. Donasi yang terkumpul disalurkan melalui ketua DPW PERADABAN masing-masing wilayah, di antaranya DPW PERADABAN Palengaan dan Karang Penang. “Alhamdulillah, selain donasi yang disalurkan untuk pembangunan IDB Putra, banyak pula Bidang Muslimah DPW PERADABAN yang turut berdonasi ke IDB Putri. Saat ini IDB Putri juga sedang melakukan pembangunan gedung. Salah satunya dari DPW PERADABAN Sumenep yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp10.850.000,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar ke depan Bidang Muslimah PERADABAN dapat terus berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional dan solid. “Semoga anggota semakin aktif dan mampu berkontribusi secara nyata. Organisasi ini diharapkan terus berinovasi, menjaga kekompakan, serta memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Muslimah DPW PERADABAN Waru, Awali Tahun Baru dengan Semangat Baru Gelar Koloman dan Kajian Kitab Safinatunnajah
Divisi Muslimah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Waru secara rutin menggelar kegiatan koloman dan kajian Kitab Safinatunnajah yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini dilakukan secara bergilir di kediaman para anggota sebagai upaya mempererat ukhuwah dan meningkatkan pemahaman keagamaan. Mengawali tahun 2026, Divisi Muslimah DPW PERADABAN Waru kembali menyelenggarakan koloman dan kajian Kitab Safinatunnajah bersama Ustadzah Shofiyah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (10/01/2026) di Dusun Du’uman, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, tepatnya di kediaman Ustadzah Mas’odah (Ust. Jama’). Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir. Selain sebagai sarana menambah wawasan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan peran Muslimah DPW PERADABAN dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Ketua DPW PERADABAN Waru, Ustadz Rosidi, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Dengan adanya kajian seperti ini, semoga seluruh anggota dan jamaah senantiasa mendapatkan keberkahan, baik lahir maupun batin,” ujarnya. Melalui kegiatan koloman dan kajian rutin ini, DPW PERADABAN Waru berharap dapat terus menumbuhkan semangat belajar, kebersamaan, serta kontribusi positif Muslimah PERADABAN dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Merawat Tradisi Keilmuan, PERADABAN Proppo Istiqamah Gelar Kajian Fathul Qorib
PROPPO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Proppo secara rutin menyelenggarakan Koloman dan Kajian Kitab Kuning Fathul Qorib yang dirangkai dengan rapat bulanan organisasi. Kegiatan tersebut digelar setiap satu bulan sekali sebagai bagian dari penguatan keilmuan dan konsolidasi internal alumni. Ketua DPW PERADABAN Proppo, Mohammad Hurdi, menjelaskan bahwa kegiatan rutin ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan solidaritas kekeluargaan antaralumni, sekaligus wujud ngabhulâh (pengabdian) kepada Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan. “Selain untuk memperdalam keilmuan melalui kajian kitab dan mempererat persatuan melalui silaturahmi antaranggota, rutinitas ini juga kami niatkan sebagai bentuk ngabhulâh kepada para guru, Pondok Pesantren Banyuanyar, dan tentu juga sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, DPW PERADABAN Proppo berharap para alumni tidak hanya terus terhubung secara organisatoris, tetapi juga tetap terikat secara keilmuan dan spiritual dengan pesantren, sekaligus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
DPW PERADABAN Bali Gelar Kegiatan Bulanan Meski Hujan Tak Menyurutkan Semangat
Denpasar — Hujan yang mengguyur kawasan Denpasar pada Selasa malam, 30 Desember 2025, tidak menyurutkan semangat jajaran pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERADABAN Bali untuk tetap menggelar pertemuan rutin bulanan. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 19.00–22.00 WITA di kediaman Ustaz Alirizqi, Jalan Tukad Irawadi No. 29. Rutinan bulanan ini diisi dengan doa bersama, tahlil, kajian keislaman, serta rapat kerja organisasi. Selain sebagai sarana penguatan program, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan kekeluargaan antaranggota DPW PERADABAN Bali. Ketua DPW PERADABAN Bali, Moh. Khoiruddin Muji, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan meski diguyur hujan. “Alhamdulillah, semoga kita selalu istiqamah. Walaupun cuaca hujan, para anggota tetap bisa hadir dalam rutinan DPW PERADABAN Bali,” ujarnya. Ia berharap kegiatan rutin ini dapat terus berjalan konsisten serta memberikan dampak positif bagi para anggota dan masyarakat sekitar. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan penyusunan rencana kegiatan ke depan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara, mencerminkan komitmen DPW PERADABAN Bali dalam menjaga solidaritas dan penguatan organisasi.
Baitul Maal KSPPS NURI JATIM Serahkan Rumah Berkah ke-17 untuk Warga Pamekasan
Pamekasan — Suasana haru menyelimuti prosesi Penyerahan Rumah Berkah ke-17 yang digelar Baitul Maal KSPPS NURI JATIM pada Jum’at, 26 Desember 2025. Program sosial tersebut diperuntukkan bagi Ibu Buriyah, warga Dusun Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Program Rumah Berkah merupakan wujud nyata komitmen Baitul Maal KSPPS NURI JATIM dalam membantu masyarakat kurang mampu agar dapat memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman. Penyerahan rumah ini disambut penuh antusias oleh warga sekitar serta keluarga penerima manfaat. Acara turut dihadiri jajaran Pengurus dan Pengawas KSPPS NURI JATIM, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, perwakilan anggota KSPPS NURI JATIM Cabang Pamekasan, serta masyarakat setempat. Penyerahan rumah dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus KSPPS NURI JATIM melalui prosesi pengguntingan pita sebagai tanda peresmian, dilanjutkan dengan penyerahan kunci kepada Ibu Buriyah sebagai tanda rumah telah resmi diserahkan dan siap ditempati. Dalam sambutannya, Achmad Mukhlisin, SH., MH. selaku Ketua Pengurus KSPPS NURI JATIM menegaskan bahwa Rumah Berkah merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjalankan fungsi sosial, khususnya melalui pengelolaan dana kebajikan umat agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ibu Buriyah beserta keluarga tampak tak kuasa menahan haru dan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Baitul Maal KSPPS NURI JATIM serta seluruh pihak yang telah berperan mewujudkan rumah layak huni untuk keluarganya. Melalui program Rumah Berkah, Baitul Maal KSPPS NURI JATIM terus berupaya menghadirkan harapan baru bagi masyarakat, sekaligus mempertegas peran koperasi syariah sebagai lembaga yang tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. _____ Artikel ini telah ditayangkan di nurijatim.com dengan judul: Momen Haru Keluarga Ibu Buriyah Saat Menerima Rumah Berkah ke-17 dari Baitul Maal KSPPS NURI JATIM
DPW PERADABAN Karang Penang Serahkan Donasi Rp35 Juta untuk Pembangunan Kampus IDB Pamekasan
Pamekasan — Sebagai wujud kepedulian terhadap kemajuan lembaga pendidikan dan pesantren tercinta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Karang Penang menyerahkan donasi sebesar Rp35.237.000 untuk pembangunan gedung Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, Madura. Donasi tersebut diterima langsung oleh Rektor IDB Pamekasan, RKH. Sholahuddin Muhammad Syamsul Arifin, Lc., M.A., pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di halaman Pondok Pesantren Banyuanyar. Ketua DPW PERADABAN Karang Penang, Ustadz Sumhari, mengungkapkan bahwa dana tersebut merupakan hasil penggalangan dari para pengurus, anggota, dan simpatisan yang tersebar mulai tingkat DPW hingga koordinator desa (Kordes). Beberapa di antaranya berasal dari Kordes Tlambah, Bulmatet, Karang Penang Oloh, Blu’uran, dan Karang Penang Onjur. “Alhamdulillah, berkat gotong royong pengurus, anggota, dan simpatisan dari tingkat DPW hingga Kordes, donasi ini dapat kami serahkan senilai tiga puluh lima juta lebih,” ujar Ustadz Sumhari kepada Media Peradaban.or.id. Lebih lanjut, ia berharap kontribusi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan pembangunan kampus IDB. “Harapannya, semoga donasi yang disumbangkan ke IDB Pamekasan ini dapat meringankan kebutuhan pembangunan gedung, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi semuanya,” tambahnya. Penyerahan donasi ini menjadi bukti sinergi dan komitmen alumni dalam mendukung penguatan pendidikan berbasis pesantren, sekaligus memperkokoh ikatan emosional dengan almamater Darul Ulum Banyuanyar.
Perolehan Donasi PERADABAN – FKMSB untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera Mencapai 17 Juta
Pamekasan — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN) menghimpun donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Dana yang terkumpul mencapai Rp17.150.000 (tujuh belas juta seratus lima puluh ribu rupiah) dan telah disalurkan melalui Relawan DUBA Peduli yang berangkat pada Jumat, 26 Desember 2025 dari Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar. Program donasi ini terlaksana berkat sinergi antara PERADABAN dengan FKMSB serta berbagai badan otonom dan elemen alumni lainnya. Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian sosial alumni pesantren terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Wujud Kepedulian dan Persaudaraan Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial DPP PERADABAN sekaligus penanggung jawab program donasi, H. Rofiki, S.Kep., NS., M.AP, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas kepada sesama. “Dengan adanya Donasi Peduli Aceh dan Sumatera ini, kita ingin menunjukkan rasa kepedulian dan persaudaraan kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji Allah SWT. Apa yang mereka rasakan, kita pun ikut merasakannya. Semoga bantuan yang terkumpul, meskipun mungkin tidak seberapa, dapat meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya. Apresiasi untuk Para Donatur H. Rofiki juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana, mulai dari alumni Pondok Pesantren Banyuanyar, masyarakat umum, hingga semua relawan yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Kami juga berterima kasih kepada Relawan DUBA Peduli yang telah dipercaya menyalurkan amanah ini secara langsung ke lokasi bencana,” tambahnya. DPP PERADABAN menegaskan bahwa semangat gotong royong, empati, dan kepedulian sosial akan terus menjadi komitmen organisasi, khususnya dalam merespons berbagai peristiwa kemanusiaan di tanah air.
Mahasiswa IDB Pamekasan Raih Prestasi Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia, Ketum DPP PERADABAN: Ini Hadiah Launching
Pamekasan — Tujuh mahasiswa Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, Madura, berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Kolokium Antar Pelajar Studi Islam Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 18 Desember 2025. Mereka berhasil membawa pulang Anugerah Emas, Perak, dan Gangsa pada kegiatan ilmiah bergengsi tersebut. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN), Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga yang mendalam atas capaian mahasiswa IDB. “Alhamdulillah, ini hadiah launching IDB (Institut Darul Ulum Banyuanyar) Pamekasan Madura. Semoga terus berprestasi sebagai kampus bereputasi World Class University,” ujarnya. Tujuh Mahasiswa Raih Penghargaan Berikut daftar mahasiswa peraih penghargaan: 🥇 Anugerah Emas Abd. Salam Cahya Sasmita Jd. (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) Haniyatut Thoyyibah (Mahasiswa Ekonomi Syariah – Semester 3) Siti Fatmawati (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) 🥈 Anugerah Perak Lailatul Jannah (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab – Semester 3) 🥉 Anugerah Gangsa Nurun Nikmah (Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam – Semester 3) Qoyyimatus Sholihah (Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam – Semester 3) Syarifah Al Qodriyah (Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab – Semester 3) Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen IDB Pamekasan dalam mencetak generasi akademisi Islam yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan. Acara kolokium tersebut diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa studi Islam dari berbagai negara, sehingga capaian mahasiswa IDB menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.