Pamekasan – Kiprah membanggakan kembali ditorehkan santri Madura. Achmad Farhan, santri asal Pamekasan, dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye yang akan berlangsung pada 22–30 April 2026 di Diyarbakir, Turki.
Farhan bukan sosok baru di dunia tilawah dan kompetisi Al-Qur’an. Santri Pondok Pesantren Banyuanyar ini dikenal konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang, termasuk di tingkat internasional. Rekam jejak tersebut menjadi bukti kapasitas dan dedikasinya dalam mendalami Al-Qur’an.
Sebagai bentuk dukungan, keberangkatan Farhan dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati pada Minggu (19/4). Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap generasi Qur’ani yang berprestasi di kancah global.
Sebelumnya, Farhan juga mendapat amanah untuk membacakan ayat suci Al-Qur’an dalam acara pelepasan Guru Tugas LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang digelar di Masjid Banyuanyar pada pagi harinya.
Perwakilan pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar, Baisuni Salim, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keberhasilan Farhan dalam ajang tersebut.
“Kami berharap Achmad Farhan dapat memberikan yang terbaik dan terus mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional,” ujarnya.
Keikutsertaan Farhan dalam kompetisi ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia memiliki daya saing global. Ajang 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye sendiri diikuti oleh puluhan negara, khususnya dari kawasan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan cabang lomba meliputi hifzhil Qur’an (hafalan) dan tilawah (bacaan).
Partisipasi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter dan berakhlak.
