Pamekasan – Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar penutupan Pentas Nasional (PENA) Santri 2026 di Lapangan Garuda, Sabtu (1/8/26). Acara yang mengusung tema “Istiqomah Mengabdi, untuk Kemaslahatan Umat” ini berlangsung dari pagi hingga siang dan dihadiri ribuan santri, asatidz, serta alumni dari berbagai daerah. Acara dibagi menjadi dua bagian, yaitu pra-acara dan acara inti. Pada sesi pra-acara, panitia mengadakan pembacaan yasin dan tahlil bersama, dilanjutkan dengan ucapan terima kasih kepada pihak sponsorship yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian PENA Santri 2026. Memasuki acara inti, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN), Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan penghormatan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., serta menyapa kehadiran Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun (Gus Faiz) dari Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Dalam sambutannya, Zainuddin melaporkan bahwa PERADABAN saat ini memiliki 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia dan 2 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), salah satunya di Malaysia. Ia menambahkan bahwa DPW Jawa Barat akan segera dilantik dalam waktu dekat. Ia juga menyampaikan bahwa organisasi ini tetap menjaga tradisi keilmuan dengan melestarikan kajian kitab-kitab muktabarah, di antaranya kitab Tarjuman karya Raden K.H. Abdul Hamid bin Isbat yang dikaji oleh seluruh DPW. Di bidang pendidikan, ia menyinggung program beasiswa Anak Asuh bagi santri dan alumni kurang mampu, serta komitmen PERADABAN dalam mendampingi pengembangan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) yang kini memiliki lima program studi dan akan segera membuka Program Magister Studi Islam (S2). “Kehadiran para alumni merupakan wujud nyata dari pengabdian mereka kepada pondok pesantren dan umat,” kata Zainuddin. Pernyataan ini menegaskan bahwa keterlibatan alumni dalam berbagai kegiatan pesantren, termasuk PENA Santri, dinilai sebagai bentuk konkret kontribusi mereka, bukan sekadar formalitas kehadiran. Zainuddin turut menyampaikan cita-cita mendiang Raden K.H. Muhammad Samsul Arifin untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Ia menyatakan akan mengawal transformasi IDB menjadi Universitas Darul Ulum Banyuanyar (UDB) sebagai target utama selama masa kepemimpinannya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. Ia mengapresiasi kehadiran para alumni yang datang dari berbagai daerah, termasuk yang berasal dari tempat jauh, untuk memenuhi undangan panitia PERADABAN. “Keberlangsungan lembaga pesantren tidak lepas dari keistikamahan para alumni dalam membantu dan menyalurkan ilmu di pondok,” kata Hasbullah. Pernyataan tersebut menekankan bahwa eksistensi pesantren bergantung pada kesetiaan dan konsistensi para alumni dalam menjaga hubungan serta kontribusi mereka terhadap almamater. Ia mengajak seluruh alumni untuk terus menerapkan sikap taawun, yaitu saling membantu dalam kebaikan demi kemaslahatan umat. Hasbullah juga menceritakan pengalaman pribadinya belajar mengaji tafsir di hadapan ayahnya, Almaghfurlah, dan menyampaikan pesan kepada para santri agar tidak malas mendalami kitab serta mengisi maknanya, karena hal itu akan menjadi bekal saat mengabdi di masyarakat. Salah satu agenda dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait persiapan SK Program Studi Magister (S2) Studi Islam di IDB. Kerja sama ini melibatkan empat pihak, yaitu IDB, Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, PERADABAN, dan Intelektual Association for Islamic Studies (IAFORIS). Melalui kerja sama ini, santri, alumni, dan anggota PERADABAN yang tergabung dalam IAFORIS mendapat potongan biaya pendidikan hingga 50 persen untuk melanjutkan studi Magister Studi Islam di IDB. Acara juga diisi dengan peluncuran aplikasi AdabOne by Peradaban, platform manajemen data alumni yang dapat diakses melalui laman adab.com. Nama AdabOne merupakan gabungan dari kata “adab” dan “one”, yang juga menjadi akronim dari Alumni Darul Ulum Banyuanyar Bersatu. Aplikasi ini menyediakan fitur daftar hadir digital, reservasi kegiatan, direktori alumni, kartu tanda anggota digital, halaman donasi, dan marketplace bagi alumni yang ingin mempromosikan usahanya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan mauidzatul hasanah oleh Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, MA. (Gus Faiz). Dalam ceramahnya, ia menjelaskan kedudukan kiai sebagai warasatul anbiya atau pewaris para nabi, serta pentingnya sikap sami’na wa atho’na, yaitu mendengar dan taat, dalam berorganisasi dan mengabdi di pesantren. Gus Faiz juga menegaskan bahwa ilmu yang dipelajari di pesantren memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah, sebuah keistimewaan yang menurutnya tidak dimiliki institusi pendidikan sekuler. Ia menutup ceramahnya dengan menyampaikan bahwa persoalan umat akan lebih mudah terselesaikan apabila manusia senantiasa berpegang pada petunjuk Allah. Acara dututup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Abdul Hannan Tibyan, Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, PENA Santri 2026 resmi ditutup.
AdabOne Resmi Diluncurkan, Enam Tokoh PERADABAN Tandai Peluncuran Secara Simbolis
Pamekasan – Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) resmi meluncurkan aplikasi AdabOne by Peradaban dalam rangkaian penutupan Pentas Nasional (PENA) Santri 2026 di Lapangan Garuda, Pondok Pesantren Banyuanyar, Sabtu (1/8/26). Peluncuran aplikasi manajemen data alumni ini dilakukan secara simbolis di atas panggung dan disaksikan ribuan santri, asatidz, serta alumni yang hadir. Prosesi peluncuran dilakukan dengan cara meletakkan tangan pada gambar telapak tangan yang ditampilkan di layar videotron, setelah hitungan mundur dari panitia. Enam tokoh tampil bersama di atas panggung untuk meresmikan peluncuran aplikasi tersebut, yaitu RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. selaku Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Salahuddin Al-Ayyubi selaku Dewan Pengasuh, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. selaku Ketua Umum DPP PERADABAN, Drs. KH. Muhammad Kholil Asyary selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar, Dr. H. Ahmad Baidawi, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Ketua 2 DPP PERADABAN, dan Sri Ahmad, S.Pd. selaku Ketua Panitia. AdabOne merupakan platform digital manajemen data alumni yang dirancang sebagai karya santri untuk santri dan kemaslahatan umat. Nama AdabOne merupakan gabungan dari kata “adab” dalam bahasa Arab dan “one” dalam bahasa Inggris, yang bermakna bahwa akhlakul karimah harus dinomorsatukan. Selain itu, kata “Adab” juga menjadi akronim dari Alumni Darul Ulum Banyuanyar Bersatu. Aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan seluruh alumni dalam satu wadah agar dapat saling berkolaborasi dan mempererat ukhuwah. AdabOne juga menyediakan informasi terbaru dari pondok pesantren, pengumuman penting, serta agenda kegiatan PERADABAN. Dari sisi layanan, aplikasi ini dilengkapi sejumlah fitur, di antaranya daftar hadir digital, reservasi kegiatan, direktori alumni, kartu tanda anggota digital, halaman donasi untuk kemajuan pondok, hingga marketplace yang dapat dimanfaatkan alumni untuk mempromosikan produk atau jasa usaha mereka. AdabOne dapat diakses melalui browser dengan mengetikkan alamat adab.com. Pengguna diminta melakukan pendaftaran terlebih dahulu, yang selanjutnya akan diverifikasi oleh admin sebelum seluruh fitur dapat diakses secara penuh. Peluncuran AdabOne menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian penutupan PENA Santri 2026, selain penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait persiapan Program Magister Studi Islam di Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB).
Dukung Pembukaan Pascasarjana, Banyuanyar MoU dengan IDB, Peradaban, dan IAFORIS
PAMEKASAN – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura, Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban), dan Intellectual Association For Islamic Studies (IAFORIS) untuk mendukung pembukaan Program Studi Magister (S2) Studi Islam. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada penutupan kegiatan Pena Santri, Sabtu, 01 Agustus 2026. Kesepakatan ditandatangani oleh Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Drs. KH. Moh. Kholil Asy’ari, bersama Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin, M.A., Ketua Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., dan Direktur Intellectual Association For Islamic Studies (IAFORIS) Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I. Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar KH. Moh. Kholil Asy’ari mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri, alumni, guru, dan masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister. “LPI memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang tinggi. Kehadiran Program Magister Studi Islam di IDB Pamekasan menjadi peluang besar yang harus didukung bersama,” ujarnya. Menurut dia, sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, organisasi alumni, dan lembaga akademik merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam yang berkelanjutan. Sementara itu, Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin menjelaskan bahwa proses pembukaan Program Studi Magister Studi Islam telah memasuki tahap akhir. Seluruh tahapan asesmen oleh BAN-PT telah selesai dilaksanakan dan usulan program studi tersebut telah tercantum pada akun BAN-PT. “Saat ini kami tinggal menunggu terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA). Setelah KMA diterbitkan, Program Magister Studi Islam siap dibuka untuk menerima mahasiswa baru,” katanya. Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar akan berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan memberikan rekomendasi kepada calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi di Program Magister Studi Islam IDB Pamekasan Madura. Melalui kerja sama itu, calon mahasiswa yang memperoleh rekomendasi resmi dari LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban), maupun IAFORIS berkesempatan memperoleh potongan SPP hingga 50 persen sesuai ketentuan yang berlaku. LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar berharap kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan pascasarjana yang berkualitas serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Panitia Resmi Umumkan Pemenang LKTI Nasional PENA SANTRI 2026
PAMEKASAN – Rangkaian Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional PENA SANTRI 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) resmi berakhir. Penilaian tahapan presentasi bagi para nominator 10 besar telah selesai dilaksanakan oleh Dewan Juri. Berdasarkan hasil akumulasi penilaian akhir dan musyawarah dewan juri, Panitia Pelaksana merilis Surat Keputusan (SK) Nomor: 037/SK.JUARA/LKTI/PENA.SANTRI/PERADABAN/VII/2026 tentang Penetapan Juara LKTI PENA SANTRI 2026. Ketua Panitia PENA SANTRI 2026, Siri Akhmad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia yang telah berpartisipasi serta menyumbangkan gagasan-gagasan ilmiah terbaiknya. “Seluruh karya yang masuk dan dipresentasikan di hadapan dewan juri menunjukkan kualitas pemikiran yang sangat kritis dan solutif. Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih predikat Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1, 2, dan 3,” ungkapnya. Para pemenang berhak mendapatkan trophy kebanggaan, piagam penghargaan, serta uang pembinaan dari Panitia Pelaksana. Keputusan Dewan Juri dan Tim Reviewer bersifat mutlak serta tidak dapat diganggu gugat. Daftar lengkap nama-nama peserta, judul karya tulis, dan asal instansi yang ditetapkan sebagai juara dapat diakses dan diunduh langsung melalui dokumen resmi berikut: SK Pemenang LKTI PENA SANTRI 2026 Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penyerahan hadiah dan sertifikat akan dihubungi langsung oleh panitia melalui grup koordinasi resmi.
PERADABAN Gelar Presentasi 10 Besar LKTI PENASANTRI 2026
Peradaban.or.id – Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) sukses menggelar presentasi 10 Besar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PENASANTRI 2026 melalui via Zoom meeting pada selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian seleksi kompetisi ilmiah yang mengusung tema “Menguatkan Ekoteologi: Istiqomah Mengabdi demi Harmoni Umat Islam dan Lingkungan”. Ketua PERADABAN, Prof. Zainuddin Syarif, M.Ag., menegaskan bahwa penyelenggaraan LKTI PENASANTRI 2026 menjadi wujud nyata komitmen PERADABAN dalam membangun tradisi akademik di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya gagasan ilmiah yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan. “Melalui LKTI PENASANTRI, kami ingin menumbuhkan budaya riset di kalangan santri serta mendorong lahirnya generasi intelektual pesantren yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tantangan kehidupan kontemporer, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Prof. Zainuddin. Ia menjelaskan bahwa tema ekoteologi dipilih karena relevan dengan tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini. Kesadaran ekologis, menurutnya, harus dibangun melalui perspektif ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh, yakni pemegang amanah untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi. “Melestarikan lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan juga bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman yang harus terus ditanamkan kepada generasi santri,” papar Prof. Zainuddin Syarif, M.Ag. Sementara itu, Koordinator Pelaksana LKTI PENASANTRI 2026, Dr. Abdul Gaffar, M.Pd.I, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari berbagai kalangan akademisi di seluruh Indonesia, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga alumni pondok pesantren. Seluruh peserta mengikuti proses seleksi secara bertahap, dimulai dari seleksi administratif, dilanjutkan dengan penilaian naskah, hingga akhirnya ditetapkan 10 nomine terbaik yang berhak melaju ke babak presentasi final. “Presentasi 10 besar merupakan tahap penentuan untuk memilih para pemenang, yaitu Juara I, Juara II, Juara III, serta Juara Harapan I, II, dan III. Pada tahap ini, dewan juri tidak hanya menilai kualitas karya tulis, tetapi juga kemampuan peserta dalam mempresentasikan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menawarkan solusi yang aplikatif terhadap persoalan lingkungan berdasarkan perspektif ekoteologi Islam,” jelas Dr. Abdul Gaffar. Lebih lanjut, Dr. Abdul Gaffar mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin berkembangnya budaya literasi dan penelitian di kalangan akademisi, khususnya dalam mengkaji tema-tema kepesantrenan dan keislaman. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan karya-karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami melihat semangat para peserta dalam melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah terus meningkat. Hal ini menjadi optimisme bahwa tradisi akademik di lingkungan pesantren semakin tumbuh, sehingga mampu melahirkan gagasan-gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai keislaman, dan kemajuan masyarakat”, pungkasnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta, PERADABAN akan menerbitkan seluruh naskah yang telah mengikuti kompetisi dalam Dinamika: Journal of Pesantren and Islamic Studies, tentu setelah melalui proses penyuntingan dan penyesuaian sesuai standar publikasi akademik. Penerbitan ini diharapkan menjadi wadah diseminasi hasil penelitian santri sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan keilmuan Islam dan kajian lingkungan. Melalui penyelenggaraan LKTI PENASANTRI 2026, PERADABAN berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir ilmiah, serta kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Tema “Menguatkan Ekoteologi: Istiqomah Mengabdi demi Harmoni Umat Islam dan Lingkungan” diharapkan mampu menginspirasi lahirnya berbagai inovasi, gagasan, dan penelitian yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat serta pelestarian alam berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
PENGUMUMAN NOMINASI 10 BESAR LKTI NASIONAL PENA SANTRI 2026
Berdasarkan hasil penilaian administratif dan penilaian substansi naskah utuh (full paper) yang dilakukan oleh Dewan Juri pada tanggal 14-18 Juli 2026, Panitia Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI) 2026 resmi menetapkan Nominasi 10 Besar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional (SK No: 037/SK.10 BESAR/LKTI/PENA.SANTRI/PERADABAN/VII/2026). Dari total 34 naskah luar biasa yang dikirimkan oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tim seleksi telah menyaring dan menetapkan 10 judul karya ilmiah terbaik yang berhak melaju ke babak final. INFORMASI PENTING BAGI PARA NOMINATOR: Tahap Final (Presentasi): Peserta yang berhasil masuk ke dalam nominasi 10 besar wajib menyampaikan hasil temuan penelitiannya melalui presentasi daring via Zoom Meeting pada hari Senin, 20 Juli 2026. Tujuan: Presentasi ini dilakukan dalam rangka penentuan Juara 1, 2, 3, serta Harapan 1, 2, dan 3. Akses Tautan: Tautan (link) Zoom akan dibagikan secara berkala melalui grup koordinasi WhatsApp resmi yang akan segera dibuat oleh panitia. Selamat kepada para peserta yang berhasil terpilih! Sebagai bentuk apresiasi, seluruh 34 naskah yang masuk dalam kompetisi ini sepenuhnya menjadi hak milik panitia dan akan diterbitkan secara berkala di jurnal resmi PERADABAN: Dinamika: Journal of Pesantren and Islamic Studies. Daftar lengkap nama penulis, judul karya, beserta instansi delegasi yang lolos ke babak 10 besar dapat diakses secara langsung melalui tautan resmi di bawah ini: NAMA-NAMA NOMINASI 10 BESAR
Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir di Banyuanyar, Prof. Zainuddin Syarif: Jangan pernah berhenti menimba ilmu
“Jangan pernah berhenti menimba ilmu, karena ilmu akan mengantarkan seseorang pada tiga posisi penting dalam kehidupan,” ujar Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. pada acara Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Kamis (09/04/2026). Prof. Zainuddin menegaskan bahwa masa belajar yang telah ditempuh siswa, baik 6, 9, hingga 12 tahun, bukanlah akhir dari proses menimba ilmu. Ia mengingatkan bahwa pencarian ilmu harus terus berlanjut sepanjang hayat. di hadapan para siswa. Ia menjelaskan, posisi pertama adalah ‘illiyyin, yaitu derajat yang tinggi. Menurutnya, orang yang berilmu akan dimuliakan dan diangkat derajatnya. Posisi kedua adalah terbentuknya akhlak yang mulia. Ia menegaskan bahwa ilmu sejatinya melahirkan perilaku yang baik. Oleh karena itu, seseorang yang berilmu tetapi tidak menunjukkan akhlak yang baik, patut dipertanyakan keilmuannya. Sementara posisi ketiga adalah al-mulk atau kekuasaan. Ia mengaitkan hal ini dengan konsep modern “knowledge is power”, yang menurutnya menjadi landasan bagi kemajuan negara-negara di dunia. Lebih lanjut, Prof. Zainuddin juga mengingatkan para siswa bahwa setelah mendapatkan pembekalan, mereka akan mengalami perubahan status dari siswa menjadi ustaz. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk peningkatan derajat yang harus disertai dengan tanggung jawab moral. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi diri dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, penghormatan yang diterima seseorang tidak semata-mata karena keilmuan, tetapi juga karena keberkahan. “Bisa jadi kita dihormati bukan karena ilmu kita, tetapi karena barokah dari Banyuanyar,” tuturnya. Di akhir penyampaiannya, ia berharap para siswa mampu mempertahankan tiga hal utama dalam hidup, yakni memiliki derajat yang tinggi, akhlak yang baik, dan kemampuan memimpin atau berpengaruh secara positif di tengah masyarakat. Acara Lepas Pisah yang berlangsung di Masjid Banyuanyar tersebut dihadiri oleh 577 siswa kelas akhir yang berasal dari berbagai lembaga, yakni Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar, Sekolah Menengah Atas Tahfiz Darul Ulum Banyuanyar, Sekolah Menengah Kejuruan Darul Ulum Banyuanyar, serta Sekolah Menengah Atas Al-Isbatiyah Darul Ulum Banyuanyar. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pengurus Drs. H. Khalil Asy’ary, Wakil Kepala Bidang Ma’hadiyah, Wakil Rektor III Institut Darul Ulum Banyuanyar, serta seluruh kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar. (Jll) _________________ Artikel ini pernah dimuat di banyuanyar.net dengan judul: “knowledge is power”
Ketua DPP PERADABAN Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2024
Pamekasan, 06 Oktober 2024 – Penutupan Lomba Pena Santri 2024 yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PRADABAN) berlangsung meriah di Lapangan Garuda Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Acara tersebut juga sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Kepemimpinan dan Pengabdian Rasulullah SAW dalam Membangun Peradaban Bangsa.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PRADABAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag, berkesempatan memberikan hadiah kepada para pemenang lomba. Hadiah yang diberikan berupa sertifikat, trophy, dan uang tunai dengan total lebih dari 10.000.000 rupiah. Juara pertama diraih oleh Moh. Sudah dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Yogyakarta, dengan perolehan nilai 522. Ia berhasil membawa pulang trophy juara I, sertifikat, serta hadiah uang tunai. Juara kedua dimenangkan oleh Dr. Fera Andrian Djakfar Musthafa, Lc, M.Pd.I dan Rofi’i, M.Pd dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan Madura, dengan nilai 507. Mereka juga menerima sertifikat, trophy, dan uang tunai sebagai penghargaan. Sedangkan juara ketiga diraih oleh tim yang terdiri dari Hindun Farkhah, Syiddah Naelatul Muna, dan Zakiyatul Faridah dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Jawa Tengah, dengan perolehan nilai 492. Tidak hanya juara utama, penghargaan juga diberikan kepada tiga kategori Harapan. Harapan I diberikan kepada Adeliya Isykarimah dari Universitas Hafshawaty Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, yang memperoleh nilai 486. Harapan II diraih oleh Eka Mulyo Yunus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, dengan nilai 455, dan Harapan III diberikan kepada Fathol Qorib dan Fitria Masruroh dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, dengan nilai 411. Acara ini dihadiri oleh para santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan Pena Santri 2024, diharapkan dapat terus membangkitkan semangat para santri dalam mengembangkan keilmuan dan pengabdian kepada bangsa serta meneladani Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin dan pembangun peradaban.
Penutupan Pena Santri Nasional 2024: Peringatan Maulid Nabi dan Penghargaan untuk Para Juara
Pamekasan, 06 Oktober 2024 – Gelaran Pena Santri Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PRADABAN) secara resmi ditutup pada hari ini di Lapangan Garuda Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Penutupan ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di bawah tema “Meneladani Kepemimpinan dan Pengabdian Rasulullah SAW dalam Membangun Peradaban Bangsa.” Acara yang penuh khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Muhammad Syamsul Arifin, Lc., serta Dr. KH. Almusta’in Syafi’ie, M.Ag.. Jajaran pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PRADABAN juga turut hadir, bersama para santri, alumni, dan peserta lomba Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FDTN). Dalam sambutannya, RKH. Muhammad Syamsul Arifin, Lc. mengingatkan tentang tiga nasehat penting dari almarhum RKH. Muhammad Syamsul Arifin. Beliau menekankan pentingnya peran alumni yang memiliki lembaga pendidikan untuk mengimami santri-santrinya sendiri, mengajar (morok) secara langsung, serta bersabar dalam menjalankan tugas ini. Nasehat ini dianggap sebagai warisan berharga yang harus dijaga oleh para alumni untuk terus melestarikan semangat pendidikan dan pengabdian. Acara penutupan Pena Santri 2024 ditandai dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, mulai dari lomba LKTI Nasional dan Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FDTN) yang sebelumnya berlaga di tingkat DPW. Hadiah LKTI Nasional diserahkan langsung oleh Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., selaku Ketua DPP PRADABAN. Para pemenang lomba menerima sertifikat, trophy, dan uang tunai dengan total hadiah lebih dari 10 juta rupiah. Penutupan acara berlangsung meriah namun penuh dengan suasana religius, memberikan kesan mendalam bagi para hadirin. Melalui acara ini, PRADABAN berharap agar para santri dan alumni terus meneladani kepemimpinan serta pengabdian Rasulullah SAW dalam upaya membangun peradaban bangsa yang lebih baik di masa depan.
Tiga Hal Tentang RKH. Abdul Hamid Bakir| Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag.
Dalam sambutan penutupan Pena Santri Nasional 2024 yang berlangsung pada 06 Oktober 2024 di Lapangan Garuda Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PRADABAN, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meneladani kepemimpinan dan pengabdian Rasulullah SAW sebagai dasar dalam membangun peradaban bangsa. Beliau mengangkat tiga hal penting yang berkaitan dengan warisan ajaran para ulama pesantren, khususnya dari RKH. Abdul Hamid Bakir, seorang tokoh yang memiliki hubungan erat dengan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Pertama, Prof. Zainuddin menceritakan pengalamannya ketika melakukan penelitian di Pondok Pesantren Salafi Al Utsmani, yang dipimpin oleh Kiai Utsman, mantan santri Banyuanyar di masa RKH. Abdul Hamid bin Isbat. Kiai Utsman mengingatkan bahwa menyebut nama orang-orang saleh, para wali, dan as-sholihin dapat “menyinari hati” (zikrul auliya wa as-sholihin yunauwwirul qulub). Ini adalah ajakan untuk selalu mengingat para ulama sebagai sumber inspirasi, yang dapat memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, Prof. Zainuddin mengisahkan kunjungan RKH. Abdul Hamid Bakir ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, di mana beliau berperan penting dalam pemberian nama pesantren tersebut. Meski usulan awal dari Habib Abdullah Faqih adalah nama “Nurul Hadits”, yang dipilih oleh RKH. Abdul Hamid Bakir adalah Nurul Jadid. Hal ini menunjukkan betapa besar peran beliau dalam pengembangan pesantren-pesantren yang ada di Nusantara, serta bagaimana hubungan persaudaraan dan kekeluargaan antar ulama dapat memperkuat jaringan pesantren. Ketiga, beliau menyinggung isi buku yang ditulisnya, “Dinamisasi Manajemen Pendidikan Pesantren: Dari Tradisional Hingga Modern”, yang memuat pandangan RKH. Abdul Hamid Bakir tentang Trisakti PPB (Pondok Pesantren Banyuanyar). Pandangan tersebut menekankan bahwa santri harus menjadi warga negara yang baik, dengan kewajiban menjaga keamanan, kelestarian bangsa, serta memberikan sumbangsih ilmu berdasarkan agama dan akhlakul karimah. Tiga prinsip utama yang ditekankan adalah kejujuran, ketaatan, dan keikhlasan. Sambutan tersebut tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan pesantren dalam membangun peradaban, tetapi juga mengajak seluruh alumni dan santri untuk terus meneladani ajaran para kiai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pengabdian kepada masyarakat maupun bangsa.