PONOROGO — Di tengah meningkatnya persaingan perguruan tinggi di ruang digital, kemampuan membangun narasi institusi melalui website dan media digital menjadi kebutuhan strategis bagi kampus modern. Menjawab tantangan tersebut, Mohammad Affan, S.S., M.A., Dosen Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, diundang oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk memberi materi “Workshop Penyusunan Berita Website” yang diikuti oleh staf humas dan mahasiswa pada Rabu (20/5/2026).
Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami bahwa website kampus tidak lagi sekadar berfungsi sebagai media dokumentasi kegiatan, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam membangun identitas, positioning, dan citra intelektual perguruan tinggi di era digital. Dalam pemaparannya, Affan, yang menjadi pengurus DPP Peradaban Bidang Pendidikan, menegaskan bahwa tantangan utama banyak website kampus saat ini bukan kurangnya kegiatan, melainkan belum kuatnya kemampuan membangun narasi institusi. Menurutnya, berita kampus modern harus bergerak dari pola administratif menuju storytelling akademik yang lebih humanis, reflektif, dan berdampak sosial.
“Perguruan tinggi hari ini bukan hanya bersaing dalam kualitas akademik, tetapi juga dalam kemampuan membangun perhatian publik, identitas, dan narasi di ruang digital. Website kampus harus mampu menghadirkan worldview institusi, bukan sekadar laporan kegiatan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya tone, storytelling, human-centered narrative, dan visual branding dalam penyusunan berita website kampus. Menurutnya, publik, terutama generasi muda, lebih tertarik pada berita yang memiliki isu, makna, dampak manusiawi, dan relevansi sosial dibanding sekadar informasi kegiatan formal.
Workshop berlangsung interaktif dengan diskusi yang membahas strategi membangun headline modern, teknik menemukan angle berita, penulisan lead yang engaging, hingga cara mengubah kegiatan akademik menjadi narasi institusi yang kuat. Peserta juga diajak menganalisis berbagai model branding perguruan tinggi global serta posisi strategis UIN Ponorogo sebagai “Pusat Pendidikan Islam, Budaya, dan Transformasi Sosial Nusantara.”
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mulai menyadari bahwa humas kampus tidak cukup hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang produksi gagasan, identitas, dan citra intelektual institusi di ruang publik digital. Melalui workshop ini, Affan mengajak sivitas UIN Ponorogo untuk membanguan kualitas publikasi digital yang lebih humanis, visioner, dan berkarakter, sekaligus membangun wajah intelektual kampus yang relevan dengan perkembangan media dan tantangan generasi masa depan.
