Pamekasan, 13 Agustus 2026 — Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura terus memperkuat langkah strategis menuju perguruan tinggi yang unggul melalui Review Visi, Misi, dan Kurikulum Tahap II yang digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Room Meeting Rektorat IDB Pamekasan Madura. Kegiatan ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi bagian dari agenda penjaminan mutu akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan arah pengembangan institusi. Secara khusus, forum tersebut mendapat penguatan dari Forum Doktor Peradaban (FDP) melalui kehadiran Dr. H. Nurul Hadi, M.Pd. Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Inovasi Kurikulum LPM UIN Madura sekaligus anggota FDP, sebagai pendamping kegiatan. Kehadiran anggota Forum Doktor Peradaban dalam proses review menunjukkan kontribusi FDP dalam mendorong penguatan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam penyelarasan visi, misi, kurikulum, dan sistem penjaminan mutu. Perspektif akademik yang dibawa dalam forum diharapkan dapat membantu IDB Pamekasan Madura membangun fondasi kelembagaan yang semakin kuat, terukur, dan berorientasi pada keunggulan. Kegiatan diikuti oleh jajaran pimpinan institut, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah, serta para Ketua Program Studi, yakni Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Tata Negara (HTN), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Ekonomi Syariah (ES). Pembahasan berlangsung secara komprehensif dengan menelaah keterkaitan antara visi dan misi institusi dengan arah pengembangan setiap program studi. Kurikulum menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam memastikan keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, struktur kurikulum, metode pembelajaran, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dr. H. Nurul Hadi, M.Pd. memberikan penguatan bahwa review visi, misi, dan kurikulum harus ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk membangun budaya mutu, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif. Visi dan misi institusi harus mampu diterjemahkan secara nyata ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran sehingga memberikan dampak langsung terhadap kualitas lulusan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan Forum Doktor Peradaban menjadi bagian penting dalam membangun jejaring intelektual dan kontribusi para doktor terhadap pengembangan perguruan tinggi. FDP tidak hanya menjadi wadah silaturahmi akademik, tetapi juga dapat mengambil peran dalam memberikan gagasan, pendampingan, dan kontribusi keilmuan bagi penguatan institusi pendidikan Islam. Forum review juga memperkuat sinergi antara pimpinan institut, fakultas, dan program studi. Masing-masing program studi didorong memiliki karakter akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap berada dalam satu garis besar visi pengembangan IDB Pamekasan Madura. Pimpinan IDB Pamekasan Madura menegaskan bahwa penguatan visi, misi, dan kurikulum merupakan bagian dari agenda besar menuju institusi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Keunggulan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pencapaian standar akademik, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan pesantren. Bagi Forum Doktor Peradaban, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi kaum akademisi dan doktor dalam membangun peradaban melalui penguatan pendidikan. Sinergi antara FDP dan IDB Pamekasan Madura diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai bidang, termasuk penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Review Visi, Misi, dan Kurikulum Tahap II selanjutnya diharapkan menghasilkan rumusan yang semakin tajam, terukur, relevan, dan berorientasi pada mutu. Hasil tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen akademik sekaligus penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) IDB Pamekasan Madura. Dengan melibatkan jejaring akademisi melalui Forum Doktor Peradaban, IDB Pamekasan Madura terus membangun ekosistem akademik yang kolaboratif untuk mewujudkan target “Unggul”—unggul dalam kualitas akademik, kuat dalam karakter keislaman, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu melahirkan lulusan yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan peradaban.
FDP DAN PRODI EKONOMI SYARIAH IDB PAMEKASAN MADURA LAKUKAN KAJIAN STRATEGIS-KOLABORATIF TENTANG EKONOMI ISLAM
PAMEKASAN, 10 Agustus 2026 — Forum Doktor Peradaban (FDP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan keilmuan dan penguatan pendidikan Islam melalui kajian strategis bersama Program Studi Ekonomi Islam Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura. Kegiatan kajian yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Ekonomi Islam dalam Pendidikan Kepramukaan untuk Membentuk Karakter Wirausaha Santri.” Kajian ini menghadirkan Dr. Ahmad Hadi Yasin, M.A., anggota FDP sekaligus Dosen Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan kepramukaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan santri. Dalam perspektif pendidikan Islam, kepramukaan tidak hanya diarahkan pada pembentukan keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga dapat menjadi media strategis untuk menanamkan nilai-nilai ekonomi Islam. Nilai seperti kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, kerja keras, kemandirian, kreativitas, keadilan, serta kepedulian sosial memiliki relevansi kuat dengan pembentukan karakter wirausaha yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Melalui kajian tersebut, FDP dan Prodi Ekonomi Islam IDB Pamekasan Madura berupaya membangun perspektif bahwa pendidikan kewirausahaan bagi santri perlu dikembangkan secara integratif. Santri tidak hanya dibekali kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga diarahkan agar memiliki integritas moral dan kesadaran bahwa aktivitas ekonomi merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT. Dr. Ahmad Hadi Yasin, M.A. menekankan pentingnya menghadirkan model pendidikan yang mampu menghubungkan antara pengetahuan ekonomi Islam, pengalaman praktis, dan pembentukan karakter. Dalam konteks kepramukaan, proses pendidikan yang berbasis pengalaman dapat menjadi sarana efektif untuk melatih santri agar memiliki sikap disiplin, mandiri, mampu bekerja sama, berani mengambil inisiatif, dan memiliki kemampuan memecahkan persoalan. Kajian tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan konsep “wirausaha santri” yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga memperhatikan aspek keberkahan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, entrepreneurship dalam perspektif Islam diarahkan untuk melahirkan generasi santri yang produktif sekaligus memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sementara itu, Zaini Fata, M.E., Ketua Program Studi Ekonomi Islam IDB Pamekasan Madura, menyampaikan bahwa kolaborasi kajian bersama FDP menjadi momentum penting bagi penguatan akademik Prodi Ekonomi Islam. Menurutnya, integrasi antara ekonomi Islam dan pendidikan kepramukaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kajian maupun program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan santri di era modern. “Pendidikan ekonomi Islam perlu hadir dalam berbagai ruang pendidikan, termasuk kepramukaan. Melalui kegiatan yang bersifat praktis dan berbasis pengalaman, nilai-nilai ekonomi Islam dapat lebih mudah diinternalisasikan dalam kehidupan santri,” demikian gagasan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. Kajian strategis ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan model pendidikan kewirausahaan santri berbasis nilai-nilai ekonomi Islam, penelitian kolaboratif, penguatan kurikulum, serta program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara Forum Doktor Peradaban (FDP) dan Prodi Ekonomi Islam IDB Pamekasan Madura menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, berilmu, berkarakter, mandiri, dan memiliki kemampuan berwirausaha dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah
Anggota Forum Doktor Peradaban (FDP) Sumbangkan Ide Strategis di The 5th ICIE 2026
Pamekasan, 20 Juni 2026 — Anggota Forum Doktor Peradaban (FDP), Dr. Moh. Muhlis Anwar, M.E. dan Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I., turut memberikan kontribusi pemikiran strategis dalam The 5th International Conference on Islamic Economics (ICIE) 2026 yang mengangkat tema “Digital Transformation and Innovation in Islamic Economics System.” Konferensi internasional tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, secara daring melalui platform Zoom, dengan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura sebagai salah satu pusat penyelenggaraan kegiatan. Keikutsertaan kedua anggota FDP tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam merespons perkembangan ekonomi Islam di tengah percepatan transformasi digital dan inovasi teknologi. Gagasan yang disampaikan diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai pengembangan sistem ekonomi Islam yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariah. The 5th ICIE 2026 menjadi ruang akademik untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan guna membahas berbagai tantangan serta peluang transformasi digital dalam sistem ekonomi Islam. Keterlibatan Dr. Moh. Muhlis Anwar, M.E. dan Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I. juga menegaskan komitmen Forum Doktor Peradaban (FDP) dalam mendorong penguatan tradisi akademik, pertukaran gagasan, serta kontribusi intelektual dalam pengembangan ekonomi Islam di tingkat nasional dan internasional
Dukung Pembukaan Magister Studi Islam di IDB Pamekasan Madura, PERADABAN Teken MoU Strategis dengan Tiga Lembaga Mitra
PAMEKASAN, 01 Agustus 2026– Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, dan Intellectual Association For Islamic Studies (IAFORIS) pada penutupan kegiatan Pena Santri, Sabtu, 01 Agustus 2026, Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Peradaban Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., bersama Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin, M.A., Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Drs. KH. Moh. Kholil Asy’ari, serta Direktur IAFORIS Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I. Ketua Peradaban Prof. Zainuddin Syarif mengatakan organisasi alumni memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam membuka akses studi lanjut bagi alumni Pondok Pesantren Banyuanyar dan masyarakat luas. Menurut dia, pembukaan Program Studi Magister (S2) Studi Islam di IDB Pamekasan Madura merupakan langkah strategis untuk memperkuat tradisi akademik pesantren sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang keislaman. “Peradaban siap menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan Program Magister Studi Islam kepada jaringan alumni di berbagai daerah. Kami berharap semakin banyak alumni yang melanjutkan studi dan berkontribusi bagi kemajuan umat serta bangsa,” ujarnya. Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin menyampaikan bahwa proses pembukaan Program Studi Magister Studi Islam telah memasuki tahap akhir. Seluruh proses asesmen oleh BAN-PT telah selesai dilaksanakan dan usulan program studi tersebut telah tercantum dalam akun BAN-PT. “Saat ini kami hanya menunggu terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA). Setelah KMA diterbitkan, Program Magister Studi Islam siap menerima mahasiswa baru,” katanya. Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Peradaban bersama LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar dan IAFORIS akan melakukan sosialisasi serta memberikan rekomendasi kepada calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi di Program Magister Studi Islam IDB Pamekasan Madura. Melalui skema kerja sama itu, calon mahasiswa yang mendaftar dengan membawa rekomendasi resmi dari Peradaban, LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, maupun IAFORIS akan memperoleh potongan SPP hingga 50 persen sesuai ketentuan yang berlaku di IDB Pamekasan Madura. Peradaban menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi alumni, pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga akademik dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan. Dukungan terhadap pembukaan Program Magister Studi Islam diharapkan dapat memperluas kesempatan alumni dan masyarakat untuk memperoleh pendidikan pascasarjana yang berkualitas tanpa harus meninggalkan Madura.
THE BASCO 963 PEDULI: SANTUNI ANAK YATIM DAN DUAFA DI SITUBONDO
Situbondo, peradaban – The Association Of Ex Banyuanyar Scout / Alumni Pramuka Banyuanyar (THE BASCO 963) bekerja sama dengan DPW PERADABAN Situbondo (Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar) menggelar Bakti Sosial Santunan Anak Yatim dan Duafa di Yayasan Masyithah, Situbondo, Jawa Timur, Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan sosial ini menjadi rangkaian pamungkas Rapat Kerja Pengurus Tangguh THE BASCO 963 Periode 2026-2029 yang digelar di Villa Utama Raya, Situbondo. Bakti sosial ini menjadi terobosan awal pengurus baru dalam merealisasikan program kerja yang telah disusun bersama. Fokus utamanya pada bidang pengabdian dan sosial keummatan. Ketua THE BASCO 963, Siri Ahmad, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menebar manfaat. “Kami akan terus berupaya menjadi manusia yang _anfa’uhum linnas_, sebagai wujud nyata dari motto THE BASCO: ‘Bersama-sama mengabdi menjadikan hidup lebih berarti’,” ungkapnya. Siri Ahmad berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat berbagi. “Semoga pengabdian ini menjadi cambuk spirit untuk terus peduli dan berbagi di semua lini,” harapnya.
Pelantikan Pengurus Baru THE BASCO 963 di Tepas PP Banyuanyar, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Soliditas Alumni
Pamekasan, peradaban.or.id — The Association of Ex Banyuanyar Scout / Alumni Pramuka Banyuanyar (THE BASCO 963) resmi melantik jajaran pengurus baru masa khidmat 2026–2029 dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Tepas Pondok Pesantren Banyuanyar, Senin (1/6/2026). Pelantikan tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna dan nuansa spiritual. Tepas dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat sebagai salah satu tempat penuh karamah serta jejak perjuangan para leluhur Pondok Pesantren Banyuanyar. Momentum pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru THE BASCO 963 dalam memperkuat peran alumni Pramuka Banyuanyar sebagai wadah pengabdian, silaturahmi, dan kontribusi nyata bagi pesantren serta masyarakat. Dalam sambutannya, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar sekaligus Pengurus Pesantren, Ra Didin, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi. “Teruslah solid dalam mengabdi dan memberikan kontribusi nyata kepada sesama, khususnya untuk Pramuka Gudep 963 dan Pondok Pesantren Banyuanyar. Jadilah pribadi yang anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pesannya di hadapan para pengurus dan alumni yang hadir. Ia juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Banyuanyar akan terus dikenal melalui dua identitas besar yang menjadi kekuatan utamanya, yakni Tahfidz Al-Qur’an dan kegiatan kepramukaan. Pelantikan pengurus baru THE BASCO 963 diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam mempererat solidaritas alumni lintas generasi sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap perkembangan pesantren dan kaderisasi Pramuka Banyuanyar. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antaralumni lintas angkatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dosen IDB Pamekasan Madura, Pengurus DPP Peradaban Uji Mahasiswa Doktoral UIN Walisongo Semarang
Semarang — Abdul Mukit, Dosen Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura yang juga menjabat sebagai pengurus DPP Peradaban bidang Litbang menjadi salah satu penguji dalam sidang tertutup disertasi mahasiswa Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang atas nama Maskur pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam sidang tertutup tersebut, Maskur mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengaruh IICONN Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif dengan Kontrol Motivasi dan Kecerdasan Intelektual pada Pembelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Kota Semarang.” Penelitian ini membahas pengaruh model pembelajaran IICONN Learning terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran fikih dengan mengontrol variabel motivasi belajar dan kecerdasan intelektual peserta didik. Kajian tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer yang menuntut inovasi pembelajaran berbasis teknologi, pendekatan interaktif, dan penguatan kualitas akademik peserta didik. Kehadiran dosen IDB Pamekasan sekaligus pengurus DPP Peradaban bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) sebagai penguji menunjukkan kontribusi akademisi Madura dalam penguatan tradisi ilmiah dan pengembangan riset pendidikan Islam di tingkat nasional. Sidang tertutup disertasi merupakan tahapan akademik penting dalam program doktoral untuk menguji kedalaman teori, ketepatan metodologi penelitian, serta kontribusi ilmiah mahasiswa terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.
Perkuat Transformasi Digital, Dosen IDB Pamekasan Madura sekaligus Pengurus DPP PERADABAN Jadi Narsumber Workshop Website UIN Ponorogo
PONOROGO — Di tengah meningkatnya persaingan perguruan tinggi di ruang digital, kemampuan membangun narasi institusi melalui website dan media digital menjadi kebutuhan strategis bagi kampus modern. Menjawab tantangan tersebut, Mohammad Affan, S.S., M.A., Dosen Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, diundang oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk memberi materi “Workshop Penyusunan Berita Website” yang diikuti oleh staf humas dan mahasiswa pada Rabu (20/5/2026). Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami bahwa website kampus tidak lagi sekadar berfungsi sebagai media dokumentasi kegiatan, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam membangun identitas, positioning, dan citra intelektual perguruan tinggi di era digital. Dalam pemaparannya, Affan, yang menjadi pengurus DPP Peradaban Bidang Pendidikan, menegaskan bahwa tantangan utama banyak website kampus saat ini bukan kurangnya kegiatan, melainkan belum kuatnya kemampuan membangun narasi institusi. Menurutnya, berita kampus modern harus bergerak dari pola administratif menuju storytelling akademik yang lebih humanis, reflektif, dan berdampak sosial. “Perguruan tinggi hari ini bukan hanya bersaing dalam kualitas akademik, tetapi juga dalam kemampuan membangun perhatian publik, identitas, dan narasi di ruang digital. Website kampus harus mampu menghadirkan worldview institusi, bukan sekadar laporan kegiatan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya tone, storytelling, human-centered narrative, dan visual branding dalam penyusunan berita website kampus. Menurutnya, publik, terutama generasi muda, lebih tertarik pada berita yang memiliki isu, makna, dampak manusiawi, dan relevansi sosial dibanding sekadar informasi kegiatan formal. Workshop berlangsung interaktif dengan diskusi yang membahas strategi membangun headline modern, teknik menemukan angle berita, penulisan lead yang engaging, hingga cara mengubah kegiatan akademik menjadi narasi institusi yang kuat. Peserta juga diajak menganalisis berbagai model branding perguruan tinggi global serta posisi strategis UIN Ponorogo sebagai “Pusat Pendidikan Islam, Budaya, dan Transformasi Sosial Nusantara.” Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mulai menyadari bahwa humas kampus tidak cukup hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang produksi gagasan, identitas, dan citra intelektual institusi di ruang publik digital. Melalui workshop ini, Affan mengajak sivitas UIN Ponorogo untuk membanguan kualitas publikasi digital yang lebih humanis, visioner, dan berkarakter, sekaligus membangun wajah intelektual kampus yang relevan dengan perkembangan media dan tantangan generasi masa depan.
Mahasiswa IDB Pamekasan Madura Ukir Prestasi dalam International Conference Santri Mendunia 2026
Malaysia, Ahad, 10 Mei 2026 — Kabar membanggakan datang dari Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura. Dua mahasiswa terbaiknya sukses mengharumkan nama kampus di ajang bergengsi International Conference Santri Mendunia yang diselenggarakan secara internasional di tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand. Prestasi gemilang tersebut diraih oleh Nauval El Fani, mahasiswa semester 8 Program Studi Ekonomi Syariah, yang berhasil memperoleh penghargaan Juara 1 Pembicara Terbaik. Sementara itu, Abd. Salam Cahya SJD, mahasiswa semester 4 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, turut mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Pembicara Terbaik dalam forum akademik internasional tersebut. Konferensi Santri Mendunia merupakan kegiatan internasional yang mempertemukan mahasiswa dan santri dari berbagai negara untuk berdiskusi, mempresentasikan gagasan ilmiah, serta mengasah kemampuan komunikasi akademik di tingkat global. Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam memperluas wawasan keilmuan, mempererat jejaring internasional, sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda pesantren Indonesia di mata dunia. Keberhasilan Nauval El Fani sebagai peraih predikat pembicara terbaik mencerminkan kemampuan akademik mahasiswa IDB Pamekasan dalam memahami dan mempresentasikan isu-isu ekonomi syariah secara sistematis, ilmiah, dan menarik di hadapan peserta internasional. Penampilannya dinilai unggul dari sisi penguasaan materi, ketepatan argumentasi, hingga kemampuan komunikasi publik. Di sisi lain, capaian Abd. Salam Cahya SJD juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab IDB Pamekasan memiliki kualitas kompetitif dalam forum akademik global. Kemampuan berbahasa, penyampaian gagasan, serta wawasan ilmiahnya mampu menarik perhatian para peserta dan dewan penilai dalam konferensi tersebut. Prestasi ini mendapatkan apresiasi dan kebanggaan besar dari seluruh civitas akademika IDB Pamekasan Madura. Pihak kampus menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari dedikasi mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, serta komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan akademik, dan internasionalisasi kampus. Melalui pencapaian ini, IDB Pamekasan Madura semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan berdaya saing internasional. Keberhasilan para mahasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik bangsa Indonesia di forum dunia.
Bergerak Nyata! PERADABAN Plakpak Kembali Salurkan Donasi untuk Pembangunan IDB Banyuanyar
Pegantenan – Ahad, 26 April 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, menyerahkan donasi pembangunan Gedung Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan sebesar Rp5.000.000. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERADABAN Pegantenan di Dusun Tacempah, Desa Plakpak. Donasi tersebut merupakan kontribusi para alumni Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang berada di Desa Plakpak, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan pesantren. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPC PERADABAN Desa Plakpak, Moh. Ali Wafa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen alumni dalam menjaga hubungan emosional dan kontribusi berkelanjutan kepada almamater tercinta. Ketua DPC PERADABAN Plakpak, Moh. Hosni, menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan kali kedua yang diserahkan. Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran kali ini dilakukan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dikelola secara terkoordinasi dengan DPC yang lain. “Donasi ini merupakan yang kedua kalinya dari PERADABAN Plakpak. Jika sebelumnya diserahkan langsung ke pesantren, kali ini kami salurkan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dihimpun bersama donasi lainnya. Bagi kami, yang terpenting adalah keberlanjutan khidmat alumni sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren dan para guru,” ujarnya. Sementara itu, pengurus DPW PERADABAN Pegantenan Koordinator Bidang Keorganisasian, Fathor Rofiq, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh DPC PERADABAN Plakpak beserta seluruh alumni. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC PERADABAN Plakpak dan alumni Darul Ulum Banyuanyar di Desa Plakpak atas dukungan dana pembangunan Gedung IDB. Ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar,” ungkapnya. Ia menambahkan, kontribusi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian alumni dalam memperkuat eksistensi dan kemajuan lembaga pendidikan pesantren di masa mendatang.