Pegantenan – Ahad, 26 April 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, menyerahkan donasi pembangunan Gedung Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan sebesar Rp5.000.000. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERADABAN Pegantenan di Dusun Tacempah, Desa Plakpak. Donasi tersebut merupakan kontribusi para alumni Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang berada di Desa Plakpak, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan pesantren. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPC PERADABAN Desa Plakpak, Moh. Ali Wafa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen alumni dalam menjaga hubungan emosional dan kontribusi berkelanjutan kepada almamater tercinta. Ketua DPC PERADABAN Plakpak, Moh. Hosni, menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan kali kedua yang diserahkan. Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran kali ini dilakukan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dikelola secara terkoordinasi dengan DPC yang lain. “Donasi ini merupakan yang kedua kalinya dari PERADABAN Plakpak. Jika sebelumnya diserahkan langsung ke pesantren, kali ini kami salurkan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dihimpun bersama donasi lainnya. Bagi kami, yang terpenting adalah keberlanjutan khidmat alumni sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren dan para guru,” ujarnya. Sementara itu, pengurus DPW PERADABAN Pegantenan Koordinator Bidang Keorganisasian, Fathor Rofiq, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh DPC PERADABAN Plakpak beserta seluruh alumni. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC PERADABAN Plakpak dan alumni Darul Ulum Banyuanyar di Desa Plakpak atas dukungan dana pembangunan Gedung IDB. Ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar,” ungkapnya. Ia menambahkan, kontribusi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian alumni dalam memperkuat eksistensi dan kemajuan lembaga pendidikan pesantren di masa mendatang.
KOPMEN BAGUS Gelar RAT, Tegaskan Komitmen Penguatan Koperasi dan Layanan Anggota
Pamekasan – Koperasi Konsumen Barokah Guru Santri (KOPMEN BAGUS) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu (18/4/2026) di Aula Lantai II Kantor Pusat KSPPS Nuri Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah pengembangan koperasi ke depan. RAT tersebut dihadiri oleh Raden Abdul Latief Hasbullah selaku Dewan Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Achmad Mukhlisin, S.H., M.H. selaku Presiden Direktur KSPPS Nuri Jawa Timur, Drs. Kholil Asy’ari selaku pengurus LPI Darul Ulum Banyuanyar, serta perwakilan kantor cabang KOPMEN BAGUS se-Jawa Timur dan sejumlah undangan lainnya. Ketua Pengurus KOPMEN BAGUS, Mohammad Mosleh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan anggota serta komitmen pengurus dalam meningkatkan kualitas kelembagaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal untuk membawa koperasi ke arah yang lebih baik. “Kami berupaya secara optimal untuk menghadirkan KOPMEN BAGUS yang semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” ujarnya. Selain menjadi forum laporan pertanggungjawaban, RAT juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan sinergi antaranggota dan pengurus dalam menghadapi tantangan koperasi di era modern. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Di sela-sela acara, panitia juga menggelar pengundian kupon berhadiah bagi anggota KOPMEN BAGUS, dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik hingga sepeda motor listrik. Melalui RAT ini, KOPMEN BAGUS diharapkan terus berkembang sebagai koperasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota.
PENA SANTRI 2026 Dipersiapkan Matang, DPP PERADABAN Libatkan Jaringan Nasional–Internasional
Pamekasan – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN) menggelar rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PERADABAN pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Pusat PERADABAN. Rakor ini difokuskan pada sosialisasi teknis pelaksanaan Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI) 2026 yang akan menjadi agenda besar per dua tahunan organisasi. Dalam forum tersebut, panitia memaparkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar, termasuk Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FTDN) yang direncanakan berlangsung di masing-masing DPW sebagai bagian dari serangkaian acara PENA SANTRI 2026. Selain itu, PENA SANTRI 2026 juga akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan sosial dan kompetitif, di antaranya cek kesehatan gratis, khitanan massal, futsal antar-DPW, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Ketua Panitia PENA SANTRI 2026, Siri Akhmad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua DPW PERADABAN yang telah berpartisipasi dalam rakor tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menyukseskan agenda nasional ini. “Kami berharap seluruh DPW tetap semangat dan terus menjalin kolaborasi untuk menyukseskan PENA SANTRI 2026. Semoga kita semua diberikan kemudahan serta keberkahan dari para guru sepuh Darul Ulum Banyuanyar,” ujarnya. Sebagai informasi, PENA SANTRI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni hingga Ahad, 26 Juli 2026, bertempat di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Madura. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang penguatan jejaring alumni sekaligus kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Membanggakan! Achmad Farhan Santri Darul Ulum Banyuanyar Wakili Indonesia di MTQ Internasional Turki
Pamekasan – Kiprah membanggakan kembali ditorehkan santri Madura. Achmad Farhan, santri asal Pamekasan, dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye yang akan berlangsung pada 22–30 April 2026 di Diyarbakir, Turki. Farhan bukan sosok baru di dunia tilawah dan kompetisi Al-Qur’an. Santri Pondok Pesantren Banyuanyar ini dikenal konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang, termasuk di tingkat internasional. Rekam jejak tersebut menjadi bukti kapasitas dan dedikasinya dalam mendalami Al-Qur’an. Sebagai bentuk dukungan, keberangkatan Farhan dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati pada Minggu (19/4). Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap generasi Qur’ani yang berprestasi di kancah global. Sebelumnya, Farhan juga mendapat amanah untuk membacakan ayat suci Al-Qur’an dalam acara pelepasan Guru Tugas LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang digelar di Masjid Banyuanyar pada pagi harinya. Perwakilan pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar, Baisuni Salim, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keberhasilan Farhan dalam ajang tersebut. “Kami berharap Achmad Farhan dapat memberikan yang terbaik dan terus mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional,” ujarnya. Keikutsertaan Farhan dalam kompetisi ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia memiliki daya saing global. Ajang 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye sendiri diikuti oleh puluhan negara, khususnya dari kawasan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan cabang lomba meliputi hifzhil Qur’an (hafalan) dan tilawah (bacaan). Partisipasi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter dan berakhlak.
Ratusan Guru Tugas Darul Ulum Banyuanyar Dilepas, Siap Tebar Dakwah hingga Mancanegara, Ini Pesan Pengasuh
BANYUANYAR — Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan Madura menggelar Silaturrahmi dan Pelepasan Guru Tugas periode 2026/2027 pada Ahad (19/4). Acara tersebut berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini menjadi penanda dimulainya pengabdian ratusan santri di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa. Sejumlah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. selaku pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Abdul Hannan Tibyan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Drs. Khalil Asy’ari Ketua Umum Pengurus, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag selaku Wakil ketua bidang Madrasiyah sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN), Wakil Ketua Ma’hadiyah, serta Humas dan Dakwah, Rektor Institut Darul Ulum Banyuanyar, serta para kepala madrasah dan sekolah di lingkungan LPI. Hadir pula para Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) dari berbagai daerah dan wali Guru Tugas yang mengiringi dengan doa dan harapan. Dilansir dari banyuanyar.net, sebanyak 570 Guru Tugas secara resmi dilepas untuk mengemban amanah pendidikan dan dakwah di 421 lembaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Aceh, Kalimantan, hingga Papua. Tidak hanya di dalam negeri, sebagian di antaranya juga akan mengabdi ke luar negeri, yakni Malaysia. Program Guru Tugas sendiri telah menjadi salah satu pilar pengabdian pesantren selama kurang lebih empat dekade atau 40 tahun terakhir, sejak pertama kali digagas sekitar tahun 1986. Dalam perjalanannya, program ini terus berkembang dan memberi dampak luas bagi penguatan pendidikan keislaman di tengah masyarakat. Menariknya, dari total peserta tahun ini, terdapat 14 Guru Tugas yang kembali dipercaya untuk menjalankan penugasan kedua kali, mencerminkan dedikasi dan kepercayaan yang berkelanjutan. Sementara itu, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap, khususnya bagi mereka yang bertugas ke luar Pulau Jawa seperti Aceh, Papua, Sumatera, Malaysia, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Indonesia Timur, menyesuaikan dengan kondisi teknis perjalanan. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penanggung jawab guru tugas (PJGT) yang selama ini berperan sebagai pendamping dan pembimbing di lapangan. “Mereka bukan sekadar guru, tetapi tetap santri yang sedang belajar di tengah masyarakat. Karena itu, mereka memerlukan arahan yang berkelanjutan. Kami berharap para penanggung jawab terus membersamai dan membimbing mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, sekaligus membuka ruang evaluasi demi peningkatan kualitas di masa mendatang. Sementara itu, Pengasuh LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., memberikan pesan mendalam kepada para guru tugas terkait pentingnya menjaga integritas dan akhlak selama masa pengabdian di tengah-tengah masyarakat. “Di tengah masyarakat, kalian adalah cermin. Setiap sikap dan perilaku akan dinilai. Maka berhati-hatilah, jangan sampai menjadi uswatun sayyi’ah, tetapi jadilah uswatun hasanah—teladan yang baik, bukan contoh dalam keburukan”. Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis dalam meneguhkan peran pesantren sebagai pusat kaderisasi dai dan pendidik. Para Guru Tugas diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keteladanan di tengah masyarakat, baik di negeri sendiri maupun di luar negeri.
DPW PERADABAN Pegantenan Gelar Jalsah Bulanan, Kajian Kitab hingga Evaluasi Program Organisasi
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan kembali menggelar kegiatan rutin Jalsah Bulanan. Kegiatan ini meliputi Kajian Kitab Tarjuman karya RKH. Abdul Hamid bin Istbat Banyuanyar, Bahtsul Masail, serta rapat bulanan organisasi. Jalsah bulanan tersebut menjadi wadah konsolidasi keilmuan sekaligus penguatan kelembagaan bagi para alumni Lembaga Pendidikan Islam “Darul Ulum” Pondok Pesantren Banyuanyar khususnya. Melalui kajian kitab, alumni diajak untuk memperdalam pemahaman keislaman berbasis tradisi pesantren, sementara Bahtsul Masail menjadi forum diskusi dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan yang menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, rapat bulanan yang digelar dalam rangkaian kegiatan ini juga difokuskan pada evaluasi program kerja serta perencanaan kegiatan organisasi ke depan. Kegiatan yang berlangsung secara rutin ini tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaralumni serta menjaga semangat pengabdian dalam bingkai nilai-nilai pesantren. Dengan adanya Jalsah Bulanan ini, DPW PERADABAN Pegantenan diharapkan terus istiqamah dalam menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.
Perkuat Ukhuwah, PERADABAN dan Alumni Pesantren di Banyuwangi Gelar Rutinan Sholawatan dan Doa Bersama Secara Anjangsana
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Banyuwangi bersama Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Banyuwangi, alumni Pondok Pesantren Annur Kalibaru, serta para simpatisan secara konsisten menggelar kegiatan rutinan sholawatan dan doa bersama. Kegiatan yang dilaksanakan setiap setengah bulan sekali ini dikemas dengan konsep anjangsana, yakni berpindah dari satu tempat ke tempat lain di antara anggota dan alumni. Pola ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta. Rutinan sholawatan ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi para alumni pesantren untuk menjaga tradisi keagamaan, memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bersama demi kebaikan umat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, mulai dari alumni lintas pesantren hingga masyarakat umum, sehingga menghadirkan suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kekhidmatan. Dengan konsistensi pelaksanaan dan semangat kebersamaan yang terjaga, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana syiar nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Banyuwangi.
DPW PERADABAN Pamekasan – Tlanakan Gelar “Nadwah Alumni” dan Perkuat Peran untuk Masyarakat
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pamekasan dan Tlanakan menggelar kegiatan bertajuk Nadwah Alumni pada Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum konsolidasi bagi para alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar yang berada di wilayah Pamekasan dan Tlanakan. Dengan mengusung semangat kebersamaan, Nadwah Alumni diharapkan mampu memperkuat jaringan komunikasi serta sinergi antaralumni. Selain sebagai ajang temu kangen, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membahas peran strategis alumni dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah dinamika sosial masyarakat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, DPW PERADABAN Pamekasan dan Tlanakan berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang produktif yang mampu mempererat ukhuwah sekaligus mendorong kontribusi nyata alumni bagi masyarakat.
Penguru dan Pengawas KSPPS NURI JAWA TIMUR Periode 2026-2029 Resmi Dilantik
KSPPS Nuri Jawa Timur resmi melantik jajaran pengurus dan pengawas periode 2026–2029 pada Kamis (2/4/2026) di Pondok Pesantren Banyuanyar. Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di tengah tuntutan penguatan tata kelola dan peningkatan daya saing lembaga keuangan syariah. Sebelumnya, struktur kepengurusan telah ditetapkan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Februari 2026. Proses tersebut disebut berjalan demokratis, sekaligus menjadi indikator komitmen koperasi terhadap prinsip transparansi dan partisipasi anggota. Achmad Mukhlisin ditunjuk sebagai Ketua Pengurus, didampingi Abd. Wafi Jamal (Sekretaris) dan H. Achmad Farhom (Bendahara). Sementara itu, posisi pengawas diisi oleh H. Moh. Khalil Asy’ari sebagai Koordinator, bersama Moh. Muhlis Anwar dan Achmad Faruk sebagai anggota. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) KSPPS Nuri Jatim, R.K.H. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah, di tengah ekspektasi anggota terhadap peningkatan kinerja lembaga. Namun demikian, kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjaga stabilitas internal, tetapi juga menjawab tantangan eksternal, mulai dari persaingan lembaga keuangan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas layanan berbasis kebutuhan anggota. Momentum ini menjadi ujian awal bagi pengurus dalam membuktikan efektivitas kepemimpinan dan kemampuan merumuskan strategi yang adaptif. Tanpa langkah konkret dan inovatif, koperasi berpotensi tertinggal dalam dinamika industri keuangan syariah yang kian kompetitif. Dengan demikian, periode 2026–2029 tidak sekadar pergantian struktur, melainkan fase krusial yang akan menentukan arah dan relevansi KSPPS Nuri Jawa Timur ke depan. (Homaidi) ______________________ Artikel ini pernah dimuat di nurijatim.com dengan judul: Pelantikan Pengurus dan Pengawas KSPPS NURI JATIM Periode 2026-2029
Kolaborasi Antar Alumni Pesantren, Kemilau Santri IV di Plakpak Sukses Digelar dan Berlangsung Meriah
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan Koordinator Desa (Kordes) Plakpak berkolaborasi dengan Ikatan Santri dan Alumni Plakpak (INSAP), Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Plakpak, serta Ikatan Alumni Al-Mujtama’ (IKMAL) Plakpak dalam penyelenggaraan Kemilau Santri IV. Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan INSAP ini menjadi momentum sinergi antara santri aktif dan para alumni lintas pesantren. Pada pelaksanaan tahun ini, DPW PERADABAN Pegantenan Kordes Plakpak turut ambil bagian aktif dalam menyukseskan rangkaian acara. Kemilau Santri IV berlangsung sejak 11 hingga 25 Maret 2026, dengan berbagai kegiatan yang bernuansa edukatif, religius, dan sosial. Di antaranya Lomba Tahfidz Juz 30 dan Shalawat Nabi antar surau dan lembaga se-Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya, Lomba Futsal antar santri, serta kegiatan berbagi takjil selama bulan Ramadan. Puncak kegiatan dikemas dalam acara “Plakpak Bershalawat” yang dirangkaikan dengan penutupan Kemilau Santri IV sekaligus penganugerahan award. Kegiatan ini juga melibatkan Majlis Riyadul Jannah Wilayah Pegantenan dan digelar di Yayasan Khoirul Abror, Mandalika, Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, pada malam Kamis (25/3). Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) INSAP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PERADABAN Pegantenan Kordes Plakpak, Moh. Ali Wafa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antar elemen santri dan alumni. “Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara santri aktif (INSAP) dan para alumni, termasuk PERADABAN, IKABA, dan IKMAL,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat syiar nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat. “Ini juga menjadi upaya untuk terus menaburkan nilai-nilai keislaman, sehingga dapat memperkuat keimanan sekaligus menambah wawasan keilmuan,” lanjutnya. Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini mampu menjaga identitas dan nilai-nilai kesantrian agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. “Sehingga nilai seorang santri tetap terjaga dan tumbuh subur di kalangan masyarakat,” pungkasnya.