Semarang — Abdul Mukit, Dosen Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura yang juga menjabat sebagai pengurus DPP Peradaban bidang Litbang menjadi salah satu penguji dalam sidang tertutup disertasi mahasiswa Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang atas nama Maskur pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam sidang tertutup tersebut, Maskur mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengaruh IICONN Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif dengan Kontrol Motivasi dan Kecerdasan Intelektual pada Pembelajaran Fikih di MTs Negeri 1 Kota Semarang.” Penelitian ini membahas pengaruh model pembelajaran IICONN Learning terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran fikih dengan mengontrol variabel motivasi belajar dan kecerdasan intelektual peserta didik. Kajian tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer yang menuntut inovasi pembelajaran berbasis teknologi, pendekatan interaktif, dan penguatan kualitas akademik peserta didik. Kehadiran dosen IDB Pamekasan sekaligus pengurus DPP Peradaban bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) sebagai penguji menunjukkan kontribusi akademisi Madura dalam penguatan tradisi ilmiah dan pengembangan riset pendidikan Islam di tingkat nasional. Sidang tertutup disertasi merupakan tahapan akademik penting dalam program doktoral untuk menguji kedalaman teori, ketepatan metodologi penelitian, serta kontribusi ilmiah mahasiswa terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.
Perkuat Transformasi Digital, Dosen IDB Pamekasan Madura sekaligus Pengurus DPP PERADABAN Jadi Narsumber Workshop Website UIN Ponorogo
PONOROGO — Di tengah meningkatnya persaingan perguruan tinggi di ruang digital, kemampuan membangun narasi institusi melalui website dan media digital menjadi kebutuhan strategis bagi kampus modern. Menjawab tantangan tersebut, Mohammad Affan, S.S., M.A., Dosen Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, diundang oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk memberi materi “Workshop Penyusunan Berita Website” yang diikuti oleh staf humas dan mahasiswa pada Rabu (20/5/2026). Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami bahwa website kampus tidak lagi sekadar berfungsi sebagai media dokumentasi kegiatan, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam membangun identitas, positioning, dan citra intelektual perguruan tinggi di era digital. Dalam pemaparannya, Affan, yang menjadi pengurus DPP Peradaban Bidang Pendidikan, menegaskan bahwa tantangan utama banyak website kampus saat ini bukan kurangnya kegiatan, melainkan belum kuatnya kemampuan membangun narasi institusi. Menurutnya, berita kampus modern harus bergerak dari pola administratif menuju storytelling akademik yang lebih humanis, reflektif, dan berdampak sosial. “Perguruan tinggi hari ini bukan hanya bersaing dalam kualitas akademik, tetapi juga dalam kemampuan membangun perhatian publik, identitas, dan narasi di ruang digital. Website kampus harus mampu menghadirkan worldview institusi, bukan sekadar laporan kegiatan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya tone, storytelling, human-centered narrative, dan visual branding dalam penyusunan berita website kampus. Menurutnya, publik, terutama generasi muda, lebih tertarik pada berita yang memiliki isu, makna, dampak manusiawi, dan relevansi sosial dibanding sekadar informasi kegiatan formal. Workshop berlangsung interaktif dengan diskusi yang membahas strategi membangun headline modern, teknik menemukan angle berita, penulisan lead yang engaging, hingga cara mengubah kegiatan akademik menjadi narasi institusi yang kuat. Peserta juga diajak menganalisis berbagai model branding perguruan tinggi global serta posisi strategis UIN Ponorogo sebagai “Pusat Pendidikan Islam, Budaya, dan Transformasi Sosial Nusantara.” Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mulai menyadari bahwa humas kampus tidak cukup hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang produksi gagasan, identitas, dan citra intelektual institusi di ruang publik digital. Melalui workshop ini, Affan mengajak sivitas UIN Ponorogo untuk membanguan kualitas publikasi digital yang lebih humanis, visioner, dan berkarakter, sekaligus membangun wajah intelektual kampus yang relevan dengan perkembangan media dan tantangan generasi masa depan.
Mahasiswa IDB Pamekasan Madura Ukir Prestasi dalam International Conference Santri Mendunia 2026
Malaysia, Ahad, 10 Mei 2026 — Kabar membanggakan datang dari Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura. Dua mahasiswa terbaiknya sukses mengharumkan nama kampus di ajang bergengsi International Conference Santri Mendunia yang diselenggarakan secara internasional di tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand. Prestasi gemilang tersebut diraih oleh Nauval El Fani, mahasiswa semester 8 Program Studi Ekonomi Syariah, yang berhasil memperoleh penghargaan Juara 1 Pembicara Terbaik. Sementara itu, Abd. Salam Cahya SJD, mahasiswa semester 4 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, turut mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Pembicara Terbaik dalam forum akademik internasional tersebut. Konferensi Santri Mendunia merupakan kegiatan internasional yang mempertemukan mahasiswa dan santri dari berbagai negara untuk berdiskusi, mempresentasikan gagasan ilmiah, serta mengasah kemampuan komunikasi akademik di tingkat global. Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam memperluas wawasan keilmuan, mempererat jejaring internasional, sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda pesantren Indonesia di mata dunia. Keberhasilan Nauval El Fani sebagai peraih predikat pembicara terbaik mencerminkan kemampuan akademik mahasiswa IDB Pamekasan dalam memahami dan mempresentasikan isu-isu ekonomi syariah secara sistematis, ilmiah, dan menarik di hadapan peserta internasional. Penampilannya dinilai unggul dari sisi penguasaan materi, ketepatan argumentasi, hingga kemampuan komunikasi publik. Di sisi lain, capaian Abd. Salam Cahya SJD juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab IDB Pamekasan memiliki kualitas kompetitif dalam forum akademik global. Kemampuan berbahasa, penyampaian gagasan, serta wawasan ilmiahnya mampu menarik perhatian para peserta dan dewan penilai dalam konferensi tersebut. Prestasi ini mendapatkan apresiasi dan kebanggaan besar dari seluruh civitas akademika IDB Pamekasan Madura. Pihak kampus menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari dedikasi mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, serta komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan akademik, dan internasionalisasi kampus. Melalui pencapaian ini, IDB Pamekasan Madura semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan berdaya saing internasional. Keberhasilan para mahasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik bangsa Indonesia di forum dunia.
Bergerak Nyata! PERADABAN Plakpak Kembali Salurkan Donasi untuk Pembangunan IDB Banyuanyar
Pegantenan – Ahad, 26 April 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, menyerahkan donasi pembangunan Gedung Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan sebesar Rp5.000.000. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERADABAN Pegantenan di Dusun Tacempah, Desa Plakpak. Donasi tersebut merupakan kontribusi para alumni Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang berada di Desa Plakpak, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan pesantren. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPC PERADABAN Desa Plakpak, Moh. Ali Wafa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen alumni dalam menjaga hubungan emosional dan kontribusi berkelanjutan kepada almamater tercinta. Ketua DPC PERADABAN Plakpak, Moh. Hosni, menyampaikan bahwa donasi tersebut merupakan kali kedua yang diserahkan. Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran kali ini dilakukan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dikelola secara terkoordinasi dengan DPC yang lain. “Donasi ini merupakan yang kedua kalinya dari PERADABAN Plakpak. Jika sebelumnya diserahkan langsung ke pesantren, kali ini kami salurkan melalui DPW PERADABAN Pegantenan agar dapat dihimpun bersama donasi lainnya. Bagi kami, yang terpenting adalah keberlanjutan khidmat alumni sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren dan para guru,” ujarnya. Sementara itu, pengurus DPW PERADABAN Pegantenan Koordinator Bidang Keorganisasian, Fathor Rofiq, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh DPC PERADABAN Plakpak beserta seluruh alumni. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC PERADABAN Plakpak dan alumni Darul Ulum Banyuanyar di Desa Plakpak atas dukungan dana pembangunan Gedung IDB. Ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar,” ungkapnya. Ia menambahkan, kontribusi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian alumni dalam memperkuat eksistensi dan kemajuan lembaga pendidikan pesantren di masa mendatang.
KOPMEN BAGUS Gelar RAT, Tegaskan Komitmen Penguatan Koperasi dan Layanan Anggota
Pamekasan – Koperasi Konsumen Barokah Guru Santri (KOPMEN BAGUS) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu (18/4/2026) di Aula Lantai II Kantor Pusat KSPPS Nuri Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah pengembangan koperasi ke depan. RAT tersebut dihadiri oleh Raden Abdul Latief Hasbullah selaku Dewan Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Achmad Mukhlisin, S.H., M.H. selaku Presiden Direktur KSPPS Nuri Jawa Timur, Drs. Kholil Asy’ari selaku pengurus LPI Darul Ulum Banyuanyar, serta perwakilan kantor cabang KOPMEN BAGUS se-Jawa Timur dan sejumlah undangan lainnya. Ketua Pengurus KOPMEN BAGUS, Mohammad Mosleh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan anggota serta komitmen pengurus dalam meningkatkan kualitas kelembagaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal untuk membawa koperasi ke arah yang lebih baik. “Kami berupaya secara optimal untuk menghadirkan KOPMEN BAGUS yang semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” ujarnya. Selain menjadi forum laporan pertanggungjawaban, RAT juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan sinergi antaranggota dan pengurus dalam menghadapi tantangan koperasi di era modern. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Di sela-sela acara, panitia juga menggelar pengundian kupon berhadiah bagi anggota KOPMEN BAGUS, dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik hingga sepeda motor listrik. Melalui RAT ini, KOPMEN BAGUS diharapkan terus berkembang sebagai koperasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota.
PENA SANTRI 2026 Dipersiapkan Matang, DPP PERADABAN Libatkan Jaringan Nasional–Internasional
Pamekasan – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN) menggelar rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PERADABAN pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Pusat PERADABAN. Rakor ini difokuskan pada sosialisasi teknis pelaksanaan Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI) 2026 yang akan menjadi agenda besar per dua tahunan organisasi. Dalam forum tersebut, panitia memaparkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar, termasuk Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FTDN) yang direncanakan berlangsung di masing-masing DPW sebagai bagian dari serangkaian acara PENA SANTRI 2026. Selain itu, PENA SANTRI 2026 juga akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan sosial dan kompetitif, di antaranya cek kesehatan gratis, khitanan massal, futsal antar-DPW, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Ketua Panitia PENA SANTRI 2026, Siri Akhmad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua DPW PERADABAN yang telah berpartisipasi dalam rakor tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menyukseskan agenda nasional ini. “Kami berharap seluruh DPW tetap semangat dan terus menjalin kolaborasi untuk menyukseskan PENA SANTRI 2026. Semoga kita semua diberikan kemudahan serta keberkahan dari para guru sepuh Darul Ulum Banyuanyar,” ujarnya. Sebagai informasi, PENA SANTRI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni hingga Ahad, 26 Juli 2026, bertempat di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Madura. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang penguatan jejaring alumni sekaligus kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Membanggakan! Achmad Farhan Santri Darul Ulum Banyuanyar Wakili Indonesia di MTQ Internasional Turki
Pamekasan – Kiprah membanggakan kembali ditorehkan santri Madura. Achmad Farhan, santri asal Pamekasan, dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye yang akan berlangsung pada 22–30 April 2026 di Diyarbakir, Turki. Farhan bukan sosok baru di dunia tilawah dan kompetisi Al-Qur’an. Santri Pondok Pesantren Banyuanyar ini dikenal konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang, termasuk di tingkat internasional. Rekam jejak tersebut menjadi bukti kapasitas dan dedikasinya dalam mendalami Al-Qur’an. Sebagai bentuk dukungan, keberangkatan Farhan dilepas langsung oleh Bupati Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati pada Minggu (19/4). Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap generasi Qur’ani yang berprestasi di kancah global. Sebelumnya, Farhan juga mendapat amanah untuk membacakan ayat suci Al-Qur’an dalam acara pelepasan Guru Tugas LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar yang digelar di Masjid Banyuanyar pada pagi harinya. Perwakilan pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar, Baisuni Salim, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keberhasilan Farhan dalam ajang tersebut. “Kami berharap Achmad Farhan dapat memberikan yang terbaik dan terus mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional,” ujarnya. Keikutsertaan Farhan dalam kompetisi ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia memiliki daya saing global. Ajang 11th International Qur’an Memorization and Recitation Competition of Türkiye sendiri diikuti oleh puluhan negara, khususnya dari kawasan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan cabang lomba meliputi hifzhil Qur’an (hafalan) dan tilawah (bacaan). Partisipasi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter dan berakhlak.
Ratusan Guru Tugas Darul Ulum Banyuanyar Dilepas, Siap Tebar Dakwah hingga Mancanegara, Ini Pesan Pengasuh
BANYUANYAR — Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan Madura menggelar Silaturrahmi dan Pelepasan Guru Tugas periode 2026/2027 pada Ahad (19/4). Acara tersebut berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini menjadi penanda dimulainya pengabdian ratusan santri di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa. Sejumlah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. selaku pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Abdul Hannan Tibyan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Drs. Khalil Asy’ari Ketua Umum Pengurus, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag selaku Wakil ketua bidang Madrasiyah sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN), Wakil Ketua Ma’hadiyah, serta Humas dan Dakwah, Rektor Institut Darul Ulum Banyuanyar, serta para kepala madrasah dan sekolah di lingkungan LPI. Hadir pula para Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) dari berbagai daerah dan wali Guru Tugas yang mengiringi dengan doa dan harapan. Dilansir dari banyuanyar.net, sebanyak 570 Guru Tugas secara resmi dilepas untuk mengemban amanah pendidikan dan dakwah di 421 lembaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Aceh, Kalimantan, hingga Papua. Tidak hanya di dalam negeri, sebagian di antaranya juga akan mengabdi ke luar negeri, yakni Malaysia. Program Guru Tugas sendiri telah menjadi salah satu pilar pengabdian pesantren selama kurang lebih empat dekade atau 40 tahun terakhir, sejak pertama kali digagas sekitar tahun 1986. Dalam perjalanannya, program ini terus berkembang dan memberi dampak luas bagi penguatan pendidikan keislaman di tengah masyarakat. Menariknya, dari total peserta tahun ini, terdapat 14 Guru Tugas yang kembali dipercaya untuk menjalankan penugasan kedua kali, mencerminkan dedikasi dan kepercayaan yang berkelanjutan. Sementara itu, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap, khususnya bagi mereka yang bertugas ke luar Pulau Jawa seperti Aceh, Papua, Sumatera, Malaysia, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Indonesia Timur, menyesuaikan dengan kondisi teknis perjalanan. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penanggung jawab guru tugas (PJGT) yang selama ini berperan sebagai pendamping dan pembimbing di lapangan. “Mereka bukan sekadar guru, tetapi tetap santri yang sedang belajar di tengah masyarakat. Karena itu, mereka memerlukan arahan yang berkelanjutan. Kami berharap para penanggung jawab terus membersamai dan membimbing mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, sekaligus membuka ruang evaluasi demi peningkatan kualitas di masa mendatang. Sementara itu, Pengasuh LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., memberikan pesan mendalam kepada para guru tugas terkait pentingnya menjaga integritas dan akhlak selama masa pengabdian di tengah-tengah masyarakat. “Di tengah masyarakat, kalian adalah cermin. Setiap sikap dan perilaku akan dinilai. Maka berhati-hatilah, jangan sampai menjadi uswatun sayyi’ah, tetapi jadilah uswatun hasanah—teladan yang baik, bukan contoh dalam keburukan”. Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis dalam meneguhkan peran pesantren sebagai pusat kaderisasi dai dan pendidik. Para Guru Tugas diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keteladanan di tengah masyarakat, baik di negeri sendiri maupun di luar negeri.
DPW PERADABAN Pegantenan Gelar Jalsah Bulanan, Kajian Kitab hingga Evaluasi Program Organisasi
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan kembali menggelar kegiatan rutin Jalsah Bulanan. Kegiatan ini meliputi Kajian Kitab Tarjuman karya RKH. Abdul Hamid bin Istbat Banyuanyar, Bahtsul Masail, serta rapat bulanan organisasi. Jalsah bulanan tersebut menjadi wadah konsolidasi keilmuan sekaligus penguatan kelembagaan bagi para alumni Lembaga Pendidikan Islam “Darul Ulum” Pondok Pesantren Banyuanyar khususnya. Melalui kajian kitab, alumni diajak untuk memperdalam pemahaman keislaman berbasis tradisi pesantren, sementara Bahtsul Masail menjadi forum diskusi dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan yang menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, rapat bulanan yang digelar dalam rangkaian kegiatan ini juga difokuskan pada evaluasi program kerja serta perencanaan kegiatan organisasi ke depan. Kegiatan yang berlangsung secara rutin ini tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaralumni serta menjaga semangat pengabdian dalam bingkai nilai-nilai pesantren. Dengan adanya Jalsah Bulanan ini, DPW PERADABAN Pegantenan diharapkan terus istiqamah dalam menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.
Perkuat Ukhuwah, PERADABAN dan Alumni Pesantren di Banyuwangi Gelar Rutinan Sholawatan dan Doa Bersama Secara Anjangsana
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Banyuwangi bersama Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Banyuwangi, alumni Pondok Pesantren Annur Kalibaru, serta para simpatisan secara konsisten menggelar kegiatan rutinan sholawatan dan doa bersama. Kegiatan yang dilaksanakan setiap setengah bulan sekali ini dikemas dengan konsep anjangsana, yakni berpindah dari satu tempat ke tempat lain di antara anggota dan alumni. Pola ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta. Rutinan sholawatan ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi para alumni pesantren untuk menjaga tradisi keagamaan, memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bersama demi kebaikan umat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, mulai dari alumni lintas pesantren hingga masyarakat umum, sehingga menghadirkan suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kekhidmatan. Dengan konsistensi pelaksanaan dan semangat kebersamaan yang terjaga, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana syiar nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Banyuwangi.