BANYUANYAR — Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan Madura menggelar Silaturrahmi dan Pelepasan Guru Tugas periode 2026/2027 pada Ahad (19/4). Acara tersebut berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini menjadi penanda dimulainya pengabdian ratusan santri di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa. Sejumlah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. selaku pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Abdul Hannan Tibyan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Drs. Khalil Asy’ari Ketua Umum Pengurus, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag selaku Wakil ketua bidang Madrasiyah sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (DPP PERADABAN), Wakil Ketua Ma’hadiyah, serta Humas dan Dakwah, Rektor Institut Darul Ulum Banyuanyar, serta para kepala madrasah dan sekolah di lingkungan LPI. Hadir pula para Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) dari berbagai daerah dan wali Guru Tugas yang mengiringi dengan doa dan harapan. Dilansir dari banyuanyar.net, sebanyak 570 Guru Tugas secara resmi dilepas untuk mengemban amanah pendidikan dan dakwah di 421 lembaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Aceh, Kalimantan, hingga Papua. Tidak hanya di dalam negeri, sebagian di antaranya juga akan mengabdi ke luar negeri, yakni Malaysia. Program Guru Tugas sendiri telah menjadi salah satu pilar pengabdian pesantren selama kurang lebih empat dekade atau 40 tahun terakhir, sejak pertama kali digagas sekitar tahun 1986. Dalam perjalanannya, program ini terus berkembang dan memberi dampak luas bagi penguatan pendidikan keislaman di tengah masyarakat. Menariknya, dari total peserta tahun ini, terdapat 14 Guru Tugas yang kembali dipercaya untuk menjalankan penugasan kedua kali, mencerminkan dedikasi dan kepercayaan yang berkelanjutan. Sementara itu, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap, khususnya bagi mereka yang bertugas ke luar Pulau Jawa seperti Aceh, Papua, Sumatera, Malaysia, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Indonesia Timur, menyesuaikan dengan kondisi teknis perjalanan. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penanggung jawab guru tugas (PJGT) yang selama ini berperan sebagai pendamping dan pembimbing di lapangan. “Mereka bukan sekadar guru, tetapi tetap santri yang sedang belajar di tengah masyarakat. Karena itu, mereka memerlukan arahan yang berkelanjutan. Kami berharap para penanggung jawab terus membersamai dan membimbing mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, sekaligus membuka ruang evaluasi demi peningkatan kualitas di masa mendatang. Sementara itu, Pengasuh LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., memberikan pesan mendalam kepada para guru tugas terkait pentingnya menjaga integritas dan akhlak selama masa pengabdian di tengah-tengah masyarakat. “Di tengah masyarakat, kalian adalah cermin. Setiap sikap dan perilaku akan dinilai. Maka berhati-hatilah, jangan sampai menjadi uswatun sayyi’ah, tetapi jadilah uswatun hasanah—teladan yang baik, bukan contoh dalam keburukan”. Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis dalam meneguhkan peran pesantren sebagai pusat kaderisasi dai dan pendidik. Para Guru Tugas diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keteladanan di tengah masyarakat, baik di negeri sendiri maupun di luar negeri.
DPW PERADABAN Pegantenan Gelar Jalsah Bulanan, Kajian Kitab hingga Evaluasi Program Organisasi
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan kembali menggelar kegiatan rutin Jalsah Bulanan. Kegiatan ini meliputi Kajian Kitab Tarjuman karya RKH. Abdul Hamid bin Istbat Banyuanyar, Bahtsul Masail, serta rapat bulanan organisasi. Jalsah bulanan tersebut menjadi wadah konsolidasi keilmuan sekaligus penguatan kelembagaan bagi para alumni Lembaga Pendidikan Islam “Darul Ulum” Pondok Pesantren Banyuanyar khususnya. Melalui kajian kitab, alumni diajak untuk memperdalam pemahaman keislaman berbasis tradisi pesantren, sementara Bahtsul Masail menjadi forum diskusi dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan yang menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, rapat bulanan yang digelar dalam rangkaian kegiatan ini juga difokuskan pada evaluasi program kerja serta perencanaan kegiatan organisasi ke depan. Kegiatan yang berlangsung secara rutin ini tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaralumni serta menjaga semangat pengabdian dalam bingkai nilai-nilai pesantren. Dengan adanya Jalsah Bulanan ini, DPW PERADABAN Pegantenan diharapkan terus istiqamah dalam menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.
Perkuat Ukhuwah, PERADABAN dan Alumni Pesantren di Banyuwangi Gelar Rutinan Sholawatan dan Doa Bersama Secara Anjangsana
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Banyuwangi bersama Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Banyuwangi, alumni Pondok Pesantren Annur Kalibaru, serta para simpatisan secara konsisten menggelar kegiatan rutinan sholawatan dan doa bersama. Kegiatan yang dilaksanakan setiap setengah bulan sekali ini dikemas dengan konsep anjangsana, yakni berpindah dari satu tempat ke tempat lain di antara anggota dan alumni. Pola ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta. Rutinan sholawatan ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi para alumni pesantren untuk menjaga tradisi keagamaan, memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bersama demi kebaikan umat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen, mulai dari alumni lintas pesantren hingga masyarakat umum, sehingga menghadirkan suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kekhidmatan. Dengan konsistensi pelaksanaan dan semangat kebersamaan yang terjaga, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana syiar nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Banyuwangi.
DPW PERADABAN Pamekasan – Tlanakan Gelar “Nadwah Alumni” dan Perkuat Peran untuk Masyarakat
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pamekasan dan Tlanakan menggelar kegiatan bertajuk Nadwah Alumni pada Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum konsolidasi bagi para alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar yang berada di wilayah Pamekasan dan Tlanakan. Dengan mengusung semangat kebersamaan, Nadwah Alumni diharapkan mampu memperkuat jaringan komunikasi serta sinergi antaralumni. Selain sebagai ajang temu kangen, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membahas peran strategis alumni dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah dinamika sosial masyarakat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, DPW PERADABAN Pamekasan dan Tlanakan berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang produktif yang mampu mempererat ukhuwah sekaligus mendorong kontribusi nyata alumni bagi masyarakat.
Penguru dan Pengawas KSPPS NURI JAWA TIMUR Periode 2026-2029 Resmi Dilantik
KSPPS Nuri Jawa Timur resmi melantik jajaran pengurus dan pengawas periode 2026–2029 pada Kamis (2/4/2026) di Pondok Pesantren Banyuanyar. Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di tengah tuntutan penguatan tata kelola dan peningkatan daya saing lembaga keuangan syariah. Sebelumnya, struktur kepengurusan telah ditetapkan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Februari 2026. Proses tersebut disebut berjalan demokratis, sekaligus menjadi indikator komitmen koperasi terhadap prinsip transparansi dan partisipasi anggota. Achmad Mukhlisin ditunjuk sebagai Ketua Pengurus, didampingi Abd. Wafi Jamal (Sekretaris) dan H. Achmad Farhom (Bendahara). Sementara itu, posisi pengawas diisi oleh H. Moh. Khalil Asy’ari sebagai Koordinator, bersama Moh. Muhlis Anwar dan Achmad Faruk sebagai anggota. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) KSPPS Nuri Jatim, R.K.H. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah, di tengah ekspektasi anggota terhadap peningkatan kinerja lembaga. Namun demikian, kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjaga stabilitas internal, tetapi juga menjawab tantangan eksternal, mulai dari persaingan lembaga keuangan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas layanan berbasis kebutuhan anggota. Momentum ini menjadi ujian awal bagi pengurus dalam membuktikan efektivitas kepemimpinan dan kemampuan merumuskan strategi yang adaptif. Tanpa langkah konkret dan inovatif, koperasi berpotensi tertinggal dalam dinamika industri keuangan syariah yang kian kompetitif. Dengan demikian, periode 2026–2029 tidak sekadar pergantian struktur, melainkan fase krusial yang akan menentukan arah dan relevansi KSPPS Nuri Jawa Timur ke depan. (Homaidi) ______________________ Artikel ini pernah dimuat di nurijatim.com dengan judul: Pelantikan Pengurus dan Pengawas KSPPS NURI JATIM Periode 2026-2029
Kolaborasi Antar Alumni Pesantren, Kemilau Santri IV di Plakpak Sukses Digelar dan Berlangsung Meriah
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Kecamatan Pegantenan Koordinator Desa (Kordes) Plakpak berkolaborasi dengan Ikatan Santri dan Alumni Plakpak (INSAP), Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) Plakpak, serta Ikatan Alumni Al-Mujtama’ (IKMAL) Plakpak dalam penyelenggaraan Kemilau Santri IV. Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan INSAP ini menjadi momentum sinergi antara santri aktif dan para alumni lintas pesantren. Pada pelaksanaan tahun ini, DPW PERADABAN Pegantenan Kordes Plakpak turut ambil bagian aktif dalam menyukseskan rangkaian acara. Kemilau Santri IV berlangsung sejak 11 hingga 25 Maret 2026, dengan berbagai kegiatan yang bernuansa edukatif, religius, dan sosial. Di antaranya Lomba Tahfidz Juz 30 dan Shalawat Nabi antar surau dan lembaga se-Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya, Lomba Futsal antar santri, serta kegiatan berbagi takjil selama bulan Ramadan. Puncak kegiatan dikemas dalam acara “Plakpak Bershalawat” yang dirangkaikan dengan penutupan Kemilau Santri IV sekaligus penganugerahan award. Kegiatan ini juga melibatkan Majlis Riyadul Jannah Wilayah Pegantenan dan digelar di Yayasan Khoirul Abror, Mandalika, Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, pada malam Kamis (25/3). Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) INSAP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PERADABAN Pegantenan Kordes Plakpak, Moh. Ali Wafa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antar elemen santri dan alumni. “Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara santri aktif (INSAP) dan para alumni, termasuk PERADABAN, IKABA, dan IKMAL,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat syiar nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat. “Ini juga menjadi upaya untuk terus menaburkan nilai-nilai keislaman, sehingga dapat memperkuat keimanan sekaligus menambah wawasan keilmuan,” lanjutnya. Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini mampu menjaga identitas dan nilai-nilai kesantrian agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. “Sehingga nilai seorang santri tetap terjaga dan tumbuh subur di kalangan masyarakat,” pungkasnya.
Reuni Akbar VI HAMBA 75–90 di Banyuwangi, Ini Pesan Prof. Zainuddin Syarif
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN), Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menghadiri Reuni Akbar VI yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Banyuanyar (HAMBA) angkatan 1975–1990. Kegiatan tersebut berlangsung di Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa (31/3/2026). Acara reuni ini dihadiri dengan penuh antusias oleh para anggota HAMBA dari berbagai daerah, baik dari Madura maupun wilayah Jawa. Kehadiran para alumni lintas generasi ini menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Reuni akbar yang digelar secara rutin setiap tahun ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat ikatan emosional antaralumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin Syarif menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman organisasi alumni yang ada. “Berbeda-beda organisasi itu hal yang biasa, tetapi yang penting tujuan kita tetap sama. Silakan diperbanyak organisasi, yang penting arah perjuangan kita tidak berubah, yaitu mabhunga ghuruh (membuat guru bangga),” ujarnya di hadapan peserta reuni, yang disambut tepuk tangan meriah. Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan pengabdian sebagai alumni, terlepas dari perbedaan wadah organisasi. Reuni ini pun tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang refleksi atas kontribusi alumni dalam menjaga marwah dan nilai-nilai pesantren. Kegiatan Reuni Akbar VI HAMBA 75–90 ini berlangsung lancar dan penuh khidmat, sekaligus menjadi bukti kuatnya ikatan silaturahmi yang terus terjaga di antara para alumni.
Semarak Kebersamaan, PERADABAN Bangkalan Gelar Ngaji dan Selamatan BM BjB
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) menggelar kegiatan Ngaji Kitab Kuning dan Selamatan BM BjB pada Ahad (29/3/2026) di Desa Tanggun Dajah, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh alumni Darul Ulum Banyuanyar serta para simpatisan antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kajian kitab kuning diisi oleh guru sepuh LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan, Ustad Hosnor Rofiq, yang menyampaikan materi keilmuan dengan penuh kedalaman dan keteladanan. Salah satu pengurus DPW PERADABAN Bangkalan, Sairil Munir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terlebih dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi para alumni dan peserta yang hadir. “Alhamdulillah, pengajian rutin Bangkalan kali ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PERADABAN,” ujarnya. Secara keseluruhan, kegiatan Ngaji Kitab Kuning dan Selamatan ini berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, serta diharapkan dapat terus memperkuat tradisi keilmuan dan silaturahmi di kalangan alumni.
Reaknas dan Milad The Basco 963: Ajang Silaturahmi Alumni dari Madura hingga Arab Saudi yang Penuh Makna
Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Kantor Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada Senin (23/3/2026). Dua agenda besar digelar secara bersamaan, yakni Reuni Akbar Nasional (Reaknas) ke-7 dan perayaan Milad ke-13 The Basco 963. Acara yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri oleh jajaran alumni Gerakan Pramuka Gugus Depan 963 dari berbagai daerah, seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Jember, Probolinggo, hingga Yogyakarta. Tak hanya itu, suasana Reaknas semakin khidmat dengan kehadiran secara virtual Koordinator Wilayah (Korwil) Papua, Malaysia, dan Arab Saudi. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Umum The Basco periode 2024–2026, H. Rofiki, S.Kep., Ns., M.AP., yang akrab disapa JVQ. Dalam sambutannya, JVQ menekankan pentingnya regenerasi dalam kepemimpinan. “Pemimpin yang sukses itu bukan hanya soal memimpin, tetapi yang paling penting adalah mampu melahirkan dan menyiapkan regenerasi berikutnya,” ujar JVQ di hadapan para anggota dan alumni. Pesan tersebut dinilai sangat kuat karena selaras dengan semangat organisasi yang berdiri di atas fondasi pengabdian, dengan jargon yang melekat, “Bangga Mengabdi.” Salah satu momen penting dalam Reaknas VII ini adalah terpilihnya secara aklamasi Kakak Siri Akhmad sebagai Ketua Umum The Basco 963 untuk periode berikutnya. JVQ pun menyampaikan harapan besar agar organisasi yang telah melalui perjalanan panjang ini dapat terus berkembang. “The Basco 963 diharapkan semakin kompeten, memiliki perkembangan organisasi yang lebih baik, serta terus mengabdi kepada Pondok Pesantren Banyuanyar,” harap JVQ dalam sambutannya. Tiga belas tahun perjalanan organisasi yang telah melalui tujuh kali pertemuan akbar nasional ini menjadi bukti dedikasi yang konsisten. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan pencapaian, tetapi juga sarana mewariskan semangat pengabdian kepada generasi penerus. Kegiatan Reaknas VII sekaligus Milad XIII ini ditutup dengan harapan agar The Basco 963 semakin jaya dan terus istiqamah dalam semangat “Bangga Mengabdi.”
PERADABAN Batumarmar Gelar Kajian Kitab Tarjuman, Dihadiri Ratusan Alumni
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Batumarmar kembali menggelar rutinitas kajian kitab Tarjuman pada Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Desa Lesong Daja. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan alumni serta simpatisan yang antusias mengikuti rangkaian kajian hingga selesai. Selain menjadi agenda rutin, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaralumni. Ketua DPW PERADABAN Batumarmar, Ach. Kuryadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya karena dilaksanakan di penghujung Ramadan 1447 Hijriyah. “Saya sangat bersyukur, Alhamdulillah, di penghujung Ramadan 1447 Hijriyah, tepatnya pada 25 Ramadan, kami dapat mengadakan rutinitas yang bermanfaat ini,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran keluarga besar Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan dalam kegiatan tersebut. “Selain itu, saya bersyukur karena kegiatan ini dihadiri langsung oleh RK. Abdul Latief Hasbullah. Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” lanjutnya. Di akhir pernyataannya, Ach. Kuryadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara istiqamah. “Semoga kita semua dapat terus istiqamah dan selalu mendapat lindungan Allah SWT. Amin,” pungkasnya. Kajian kitab Tarjuman ini diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai keilmuan dan keislaman bagi para alumni dan masyarakat sekitar.