Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI) 2026. Salah satu bentuk dukungan nyata datang dari Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si., yang menyalurkan bantuan dana sebesar Rp35.000.000. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Panitia PENA SANTRI 2026 terpilih dalam forum Rapat Koordinasi Pengurus DPP PERADABAN yang digelar di BLK LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar pada Ahad (8/3/2026). Achmad Baidowi yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT ASDP Ferry Indonesia sekaligus Wakil Ketua II DPP PERADABAN, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang berorientasi pada pengembangan santri dan alumni serta masyarakat umum. Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan finansial yang diberikan untuk kelancaran PENA SANTRI 2026,” ujarnya. Diketahui, Achmad Baidowi yang akrab disapa Awiek bukan kali pertama memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Sejak penyelenggaraan PENA SANTRI 2020, ia secara konsisten turut berkontribusi, bahkan sejak menjabat sebagai anggota DPR RI. Sementara itu, Ketua Panitia PENA SANTRI 2026, Siri Akhmad, turut menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas dukungan yang diberikan. “Terima kasih kepada Bapak Awiek atas supportnya. Semoga kami dapat menyelenggarakan PENA SANTRI 2026 sesuai harapan bersama serta berjalan sukses dan lancar. Aamiin,” ungkapnya. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi energi positif bagi panitia dalam mempersiapkan PENA SANTRI 2026 sebagai ajang nasional yang tidak hanya menampilkan potensi peserta, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam kehidupan sosial dan keilmuan.
Momentum Harlah ke-26, FKMSB Pamekasan Komitmen Jadi Lebih dari Sekadar Organisasi
Pelantikan Raya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Kampus (DPK) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Pamekasan resmi dilantik dalam sebuah seremoni khidmat yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-26 FKMSB. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Layanan Umrah Terpadu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat FKMSB, Majlisun Nadwah FKMSB, serta para kader dan anggota dari berbagai unsur. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelantikan, tetapi juga ruang konsolidasi organisasi yang mempertemukan pengurus wilayah, kampus, dan struktural pusat. Dalam sambutannya, demisioner Ketua Wilayah FKMSB Pamekasan, Ach. Rofiki, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini memiliki makna istimewa karena dirangkai dalam tiga momentum sekaligus, yaitu pelantikan kepengurusan, konsolidasi organisasi, dan peringatan Harlah ke-26 FKMSB. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi simbol capaian organisasi sekaligus penanda dimulainya fase baru perjalanan FKMSB Pamekasan. Sementara itu, Sekretaris FKMSB Pusat, Riski, menekankan pentingnya peran kader FKMSB dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Ia berharap keberadaan FKMSB tidak hanya berdampak secara internal organisasi, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas. “Saya berharap anggota FKMSB dapat berguna bagi nusa, bangsa, dan FKMSB,” ujarnya. Pandangan serupa disampaikan oleh Anggota Majlisun Nadwah FKMSB, Mashudi. Ia menilai FKMSB memiliki kekuatan tersendiri yang terletak pada soliditas dan kebersamaan anggotanya, meskipun tidak berstatus sebagai organisasi ekstra kampus. “FKMSB bukan organisasi ekstra, namun kekuatannya justru sering kali lebih besar karena kekompakan dan persatuan,” ungkapnya. Mashudi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus baru DPW dan DPK FKMSB Pamekasan, seraya berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan pembaruan serta penguatan peran organisasi ke depan. Ketua DPW FKMSB Pamekasan yang baru dilantik, Masruhil, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk membawa FKMSB Pamekasan ke arah yang lebih progresif dan berdaya saing. Ia menegaskan kesiapannya dalam merawat, mengembangkan, serta memperkuat eksistensi organisasi di tengah dinamika mahasiswa dan masyarakat. “Sudah saatnya FKMSB Pamekasan menjadi lebih dari organisasi-organisasi yang lain,” tegasnya. Pernyataan tersebut ditutup dengan kalimat penuh semangat yang mencerminkan komitmen kepemimpinannya. “Jika FKMSB adalah badai, maka saya adalah orang pertama yang tidak akan berteduh.” Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran FKMSB Pamekasan dalam mencetak kader-kader mahasiswa santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan semangat pengabdian yang tinggi.
Haul Masyaikh Bani Istbat di Malaysia, Ribuan Alumni Padati Dewan Dato’ Ahmad Razali
Selangor — Forum Komunikasi Alumni Bani Istbat (FORKOABI), yang merupakan gabungan alumni Pondok Pesantren Bani Istbat di Malaysia, menggelar Haul Masyaikh Bani Istbat pada Ahad malam (28/09/2025) bertepatan dengan 7 Rabiul Akhir 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewan Dato’ Ahmad Razali, Ampang, Selangor, Malaysia, dan dihadiri ribuan alumni serta simpatisan dari berbagai pondok pesantren. FORKOABI terdiri dari sejumlah organisasi alumni, yakni Persaba (Al-Hamidy Banyuanyar), DPLN PERADABAN Malaysia (Duba), Ikaba-Imaba (Bata-Bata), IKBASS (Panyepen), dan Himaka (Karang Durin). Sekretaris DPLN PERADABAN Malaysia, Nurul Amin, menjelaskan bahwa FORKOABI berdiri sejak tahun 2023 dan telah rutin mengadakan haul setiap tahun. “Forum ini sudah berdiri sejak tiga tahun lalu, dan setiap tahun mengadakan haul masyaikh Bani Istbat dengan sistem bergantian sebagai tuan rumah penyelenggara,” ujarnya kepada Media Peradaban. Untuk tahun 2025, giliran IKBASS (Ikatan Keluarga Besar Alumni Santri Panyepen) yang bertindak sebagai tuan rumah. Haul kali ini juga dihadiri langsung oleh KH. Khoirul Wafa Wafir, salah satu Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Panyepen, Pamekasan. _____ Pewarta: A. Hendra Purnomo Foto: Istimewa/Peradaban Malaysia
Alumni Banyuanyar di Malaysia Peringati Maulid Nabi: Perkuat Ukhuwah dan Pengabdian untuk Pesantren
Malaysia — Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Malaysia memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. pada Ahad, 21 Rabiul Awwal 1447 H bertepatan pada tanggal 14 September 2025. Kegiatan berlangsung di kantor DPLN PERADABAN dengan dihadiri oleh seluruh pengurus, anggota, simpatisan, serta wali murid Sanggar Bimbingan (SB) PERADABAN. Acara peringatan Maulid semakin khidmat dengan hadirnya Majelis Sholawat Al-Istiqomah yang mengiringi jalannya kegiatan. Selain itu, DPLN PERADABAN Malaysia juga memiliki agenda rutin dua pekan sekali, yaitu koloman yang diisi dengan istighosah serta kajian kitab Tarjuman. Wakil Sekretaris DPLN PERADABAN Malaysia, Ustad Nurul Amin, menyampaikan bahwa peringatan Maulid ini menjadi momentum penting bagi alumni untuk meneladani akhlak Rasulullah Saw. “Dengan adanya acara ini, semoga menjadi momen untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kepada sosok teladan umat Islam, yakni Nabi Muhammad Saw.,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat persaudaraan dan saling bahu membahu memperkuat rasa pengabdian di kalangan alumni, meskipun berada jauh dari tanah air. “Semoga acara ini juga bisa mempererat tali silaturahmi sesama alumni, serta menjadi wujud pengabdian kami kepada Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, meskipun berada di perantauan,” pungkasnya. ________ Pewarta: A. Hendra Purnomo Foto: Istimewa/Peradaban Malaysia
DPP PERADABAN Gelar Kunjungan Supervisi ke DPW Jember: Konsolidasi dan Pengembangan Program Kerja
Jember, 15 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas program kerja dan ukhuwah islamiyah di kalangan alumni, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) menggelar kunjungan supervisi ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PERADABAN se-Kabupaten Jember. Acara ini dilaksanakan di kediaman Ustad Rofik, di Mloko Jember, yang dihadiri oleh perwakilan DPW PERADABAN dari empat wilayah, yaitu Selatan, Tengah, Barat, dan Timur. Acara tersebut juga dihadiri oleh Lora Ahmad Ibnu Bakir alias Ra Iben, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember Periode 2024-2029. Fraksi Partai Persatuan Pembagunan (PPP). Dalam sambutannya, Ustad Rofik menyampaikan pesan Alm. RKH. Muhammad Syamsul Arifin yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan komitmen kepada PERADABAN. “Ingat, jangan sampai salah jalan, dan jangan mudah mengkafir-kafirkan orang lain meski tak sama (baik secara amaliyah, pendapat, atau lainnya, Red),” kenangnya. “Tetap selalu menjaga kebersamaan dan komitmen kepada PERADABAN meskipun sudah saya wafat,” tambahnya. Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan dua tujuan utama kunjungan ini. “Pertama, kami ingin memberikan informasi bahwa STAI DUBA membutuhkan tenaga, pikiran, dan dukungan lainnya. Kedua, meningkatkan ukhuwah islamiyah antara PERADABAN, FKMSB, dan organisasi lainnya,” ucapnya. Prof. Zainuddin juga mengapresiasi DPW PERADABAN Jember yang telah menjadi salah satu DPW yang dapat mengakomodir alumni Banyuanyar untuk mempertahankan dan menjaga solidaritas dengan para alumni pondok pesantren Bata-Bata dan Al-Hamidy melalui ISABAB (Ikatan Santri dan Alumni Banyuanyar, Al-Hamidy dan Bata-Bata). Dalam kesempatan ini, Prof. Zainuddin juga menyampaikan rencana strategis PERADABAN, termasuk merealisasikan Rumah Sakit yang sedang dikaji oleh FOALKES DUBA PERADABAN (Forum Alumni Tenaga Kesehatan Darul Ulum Banyuanyar), KSPPS NURI, dan stakeholder lainnya. Selain itu, STAI DUBA juga memiliki harapan besar untuk menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) dalam waktu dekat. Kunjungan supervisi ini didampingi oleh Ustad Abdul Wahid, Abusiri, A. Hendra Purnomo, dan Hermanto. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan PERADABAN dapat terus meningkatkan kualitas program kerja dan ukhuwah islamiyah di kalangan alumni, serta mencapai tujuan-tujuan strategis yang telah ditetapkan.
Dosen STAI DUBA Pamekasan Raih Dosen Profesional Bersertifikat
Pamekasan – Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Salah satu dosennya, Mohammad Zainal Hamdy, dinyatakan lolos program Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2024 setelah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan penandatanganan pakta integritas pasa 24 Juni 2025 di Hotel Santika Gubeng Surabaya. Keberhasilan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap profesionalisme dan kompetensi akademik dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program Sertifikasi Dosen sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Mohammad Zainal Hamdy menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama RI dan Kopertais Wilayah IV Surabaya yang telah memberikan pendampingan serta kesempatan kepada para dosen PTKIS untuk meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme. “Alhamdulillah, saya bersyukur dapat lolos Sertifikasi Dosen Tahun 2024. Terima kasih kepada Kemenag RI, Kopertais IV Surabaya, serta pimpinan STAI DUBA Pamekasan yang terus memberikan dukungan dan motivasi,” ujarnya. Sebagai akademisi aktif, Mohammad Zainal Hamdy dikenal memiliki kontribusi dalam bidang pendidikan bahasa Arab dan publikasi ilmiah di lingkungan STAI DUBA Pamekasan. Namanya tercatat sebagai dosen aktif di STAI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan dan memiliki sejumlah karya ilmiah serta buku akademik di bidang bahasa Arab dan studi Islam. Pihak kampus berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan perguruan tinggi Islam di Madura.
Peradaban Bekali Santri Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Ilmu Jurnalistik, Asa Cetak Penulis Andal
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Santri dan alumni dibekali ilmu jurnalistik lewat sarasehan media yang diselenggarakan Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) di lantai dua Aula Al-Majidiyah. Ketua Panitia Pena Santri, Dr. H. Nurul Hadi, menyampaikan, peran santri dalam mengukir peradaban pesantren perlu didukung dengan massifnya informasi di berbagai media. Saran dia, langkah itu perlu ditempuh dengan adanya gerakan literasi digital dalam mengakselerasikan peran dakwah pesantren untuk masyarakat umum. “Pesantren dan media sama-sama penting untuk membangun peradaban manusia Indonesia, Pondok Pesantren jadi pusat keilmuan, sedangkan media sebagai penyalur keilmuan kepada masyarakat lebih luas,” kata Dr. H. Nurul Hadi, Senin (28/11/2022). Menurut Dr. H. Nurul Hadi, Pondok Pesantren Banyuanyar yang berdiri sejak 1787 Masehi jauh sebelum republik ini merdeka sudah tidak bisa diragukan lagi kontribusinya kepada masyarakat. Seingat dia, sekitar 235 tahun tidak pernah absen dalam memberikan kontribusi. “Momentum Hari Santri Nasional ini jadi bagian penting juga untuk terlibatnya Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) dalam mengejawntahkan nilai dakwah melalui serasehan media,” paparnya. Ia menginginkan, Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI), menjadi salah satu sarana yang dinginkan menjadi corong dakwah dari Pondok Pesantren Banyuanyar untuk Indonesia. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat melahirkan penulis yang profesional,” harapnya. Sementara itu, Dewan Etik PWI Pamekasan, Abd. Aziz menyampaikan pentingnya santri belajar jurnalistik disertai dengan melek terhadap kemajuan teknologi yang ada di zaman terbaru ini. Kata dia, peran dan pengaruh santri sangat berpengaruh terhadap kemajuan intelektual pemuda. “Segala bentuk aktivitas dalam kehidupan santri terutama sebagai mahasiswa akan memiliki tujuan yang konkrit untuk semua orang,” jelasnya Mantan Ketua PWI Pamekasan ini juga mengingatkan, adanya teknologi yang berkembang menuntut para santri untuk terjun ke dunia digital dalam ranah dakwah untuk menjaga elektabilitas agama Islam. “Dakwah merupakan suatu kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk menyeru dan mengajak umat manusia supaya dapat menuju jalan kebaikan yang mana telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW,” pesannya. Dalam acara yang mengangkat tema ‘Mengukir Perdaban Pesantren Melalui Literasi Media’ ini dihadiri Ketua Panitia Pena Santri, Dr. H. Nurul Hadi, Ketua DPP Peradaban, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, Ketua Bidang Hbungan Media DPP Peradaban, Sairil Munir dan Ketua Pengurus PP. Darul Ulum Banyuanyar, Drs. Khalil Asy’ari. Selain itu juga dihadiri Pemateri Lukman Hakim, Pimpinan JPRM, Abd. Aziz, Dewan Etik PWI Pamekasan. Peserta pelatihan jurnalistik ini terdiri dari Ketua Osis SMA, MA, MDU, MTS, Pengurus Majalah Al-ikhwan, Mahasiswa dan alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar. Artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Peradaban Bekali Santri Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Ilmu Jurnalistik, Asa Cetak Penulis Andal, https://madura.tribunnews.com/2022/11/28/peradaban-bekali-santri-darul-ulum-banyuanyar-pamekasan-ilmu-jurnalistik-asa-cetak-penulis-andal?page=2. Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik